Presdir AXA Financial Indonesia: Ada Berita Baik dari Pandemi...

Kompas.com - 21/05/2020, 21:00 WIB
Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia dalam konferensi pers peluncuran wakaf mudah bersama AXA di Jakarta, Selasa (7/5/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYANiharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia dalam konferensi pers peluncuran wakaf mudah bersama AXA di Jakarta, Selasa (7/5/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona (Covid-19) menghantam ekonomi seluruh dunia dan berdampak pada dunia usaha, tak terkecuali perusahaan asuransi.

Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav tak memungkiri ada penurunan pertumbuhan dalam penjualan polis asuransi. Namun, tantangan ini bisa diubah jadi kesempatan untuk menjaring lebih banyak kesadaran masyarakat tentang pentingnya asuransi.

"Ada berita baik dari pandemi virus corona. Awareness masyarakat meningkat, peningkatan jauh lebih tinggi dibanding sebelum pandemi," kata Niharika dalam konferensi video bersama Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Baca juga: Mendes: Sudah Ada 2,4 Juta Keluarga Menerima BLT Dana Desa

Niharika menyebut, kesadaran masyarakat meningkat terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti gathering virtual AXA Financial Indonesia.

Adapun gathering atau pertemuan virtual ini dilakukan untuk memperkenalkan produk-produk asuransi, termasuk asuransi syariah.

Direktur AXA Financial Indonesia, Cicilia Nina Triana menambahkan, satu kali pertemuan virtual bisa dihadiri oleh 378 peserta. Bahkan dalam 2 bulan belakangan, ada sekitar 1.600 peserta yang tergabung dalam pertemuan virtual tersebut.

"Dulu waktu bisa face to face kita undang orang untuk datang dan bicara wakaf, paling banyak satuannya bisa kita hit 119 orang. Sekarang kita lakukan workshop, ngabuburit (tausiyah), customer gathering, Jumat berkah, ternyata partisipannya getting better," ujar Cicilia.

Baca juga: Bappenas: Pemerintah Belum Nyatakan Akan Longgarkan PSBB

Tingginya animo masyarakat terhadap asuransi selama pandemi, membuat perseroan memiliki kesempatan untuk terus tumbuh, utamanya saat pandemi Covid-19 berakhir.

Apalagi, produk asuransi syariah juga bisa tumbuh karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim. Hal ini tentu saja membantu penetrasi asuransi syariah di masyarakat sehingga manfaatnya pun bisa dirasakan oleh pemilik polis.

"Secara overall, situasi corona ini yang kita lakukan adalah menekankan awareness kepada masyarakat, supaya nasabah sadar proteksi itu perlu. Kesehatan itu penting, keluarga penting, dan keuangan jangka panjang penting. Saat pandemi berakhir, masyarakat sudah cukup knowledge-nya, tinggal action-nya untuk melakukan alokasi dari budget," pungkas Cicilia.

Baca juga: H-4 Lebaran, 4.003 Kendaraan Diminta Putar Balik dari Tol Cikampek

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X