Imbas Virus Corona, Tingkat Pengangguran di AS Tembus 14,7 Persen

Kompas.com - 22/05/2020, 07:13 WIB
Seseorang berjalan dibawah bendera Amerika Serikat di pantai Pulau Coney saat mewabahnya virus corona (Covid-19), di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362. ANTARA FOTO/REUTERS/ANDREW KELLYSeseorang berjalan dibawah bendera Amerika Serikat di pantai Pulau Coney saat mewabahnya virus corona (Covid-19), di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Tingkat pengangguran di Amerika Serikat telah meningkat menjadi 14,7 persen pada April 2020. Ini merupakan imbas virus corona yang memukul perekonomian Negeri Paman Sam itu.

Dilansir dari BBC, Jumat (22/5/2020), sebanyak 20,5 juta pekerjaan lenyap pada April 2020 lalu.

Peningkatan ini berarti tingkat pengangguran di AS saat ini lebih buruk dari kondisi pengangguran pada masa Depresi Besar tahun 1930-an silam.

Baca juga: Pengangguran AS Sentuh Rekor Terburuk Sejak Depresi Besar

Sejak virus corona mulai merebak, AS pun telah membukukan angka pertumbuhan ekonomi terburuk dan penjualan ritel pun mencapai rekor terburuknya.

Adapun pada dua bulan lalu, tingkat pengangguran di AS mencapai 3,5 persen. Ini merupakan angka terendah dalam 50 tahun.

"Ini secara historis belum pernah terjadi sebelumnya. Kita telah menempatkan ekonomi kita ke dalam kondisi koma yang diinduksi secara medis untuk menyembuhkannya dari pandemi, dan itu telah menyebabkan hilangnya pekerjaan dalam laju tercepat," kata Erica Groshen, ekonom dan mantan Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja Nasional AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan penurunan jumlah tenaga kerja pada setiap sektor ekonomi.

Baca juga: 2,09 Juta Orang di Inggris Ajukan Klaim Tunjangan Pengangguran

Sektor hospitality mengalami hantaman paling keras, sebanyak 7,7 juta pegawai dipangkas. Sementara itu, sektor pendidikan dan layanan kesehatan memangkas 2,5 juta posisi pekerjaan.

Kemudian, sektor ritel memangkas 2,1 juta posisi pekerjaan.

 

Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan, lebih dari tiga perempat warga yang kehilangan pekerjaannya mendeskripsikan diri mereka dalam kondisi dirumahkan sementara.

Artinya, banyak warga AS yang saat ini tanpa pekerjan berharap perekonomian akan kembali bangkit.

Meski demikian, para ekonom memperingatkan bahwa virus corona kemungkinan akan memberikan dampak besar terhadap bisnis. Contohnya, bakal ada pembatasan jumlah orang yang berada di dalam restoran dalam satu waktu.

Baca juga: Faisal Basri Prediksi Angka Pengangguran Akibat Pandemik Tembus Dua Digit

Kondisi tersebut dapat berimbas pada penurunan kebutuhan pegawai. Selain itu, semakin lama roda perekonomian mandek, maka besar kemungkinan bisnis tidak akan bertahan.

"Bahkan, dirumahkan sementara bisa menjadi permanen jika bisnis tidak bisa bertahan atau pelaku usaha harus mengubah model bisnisnya dengan sangat dramatis, yang membuatnya membutuhkan jumlah atau jenis pegawai yang berbeda," ungkap Groshen.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, jumlah angkatan kerja, baik yang bekerja atau mencari pekerjaan, anjlok 2,5 persen pada April 2020. Ini merupakan angka terendah sejak tahun 1970.

Departemen Tenaga Kerja AS memperingatkan, situasi dapat lebih buruk dari perkiraan. Ini merujuk pada melonjaknya jumlah warga AS yang menyatakan, mereka berstatus pegawai namun tidak bekerja.

Baca juga: Tingkat Pengangguran Terbuka Tumbuh Tipis, Masih Didominasi Usia Muda

Jumlah pengangguran di antara warga Afrika-Amerika melompat menjadi 16,7 persen, tertinggi sejak 2010. Adapun jumlah pengangguran di kalangan warga Hispanik menanjak menjadi 18,9 persen dan warga kulit putih 14,2 persen.



Sumber BBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.