Warga Wajib Pakai Masker, Penjualan Lipstik di Jepang Merosot

Kompas.com - 22/05/2020, 13:30 WIB
Ilustrasi lipstik PexelsIlustrasi lipstik

 

"Akan tetapi, karena kosmetik tidak hanya dikenakan untuk meningkatkan penampilan seseorang, namun juga membuat seseorang merasa lebih positif, kami mengekspektasikan perbaikan secara bertahap ketika krisis (pandemi) virus corona berakhir," imbuhnya.

Namun demikian, sebut juru bicara Kao, pemulihan tersebut tergantung pada berapa banyak orang yang memutuskan untuk terus mengenakan masker dan berapa lama.

Walau demikian, begitu penjualan bangkit kembali, perusahaan kosmetik mungkin mendapati bahwa mereka masih tidak dapat mengalihkan stok mereka, meskipun untuk alasan yang sangat berbeda.

Baca juga: Meski Dapat Stimulus, 5 Perusahaan Jepang Enggan Eksodus dari China

Di Jepang, tren lipstik pada paruh kedua tahun 2019 adalah untuk warna yang lebih cerah, menurut perusahaan analisis pasar Euromonitor International.

Hal yang sama berlaku satu dekade lalu, hingga gempa bumi Maret 2011 di timur laut Jepang, yang memicu tsunami yang menewaskan hampir 20.000 orang dan musibah di reaktor nuklir Fukushima.

Respons di antara sebagian besar wanita Jepang adalah kembali ke nuansa warna riasan yang lebih lembut dan halus. Sebab, mereka tidak ingin menunjukkan ekspresi kegembiraan berlebihan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X