Jadi Ladang Bisnis, Banyak Universitas Top Dunia Terancam karena Corona

Kompas.com - 23/05/2020, 06:46 WIB
Universitas Oxford, Inggris ShutterstockUniversitas Oxford, Inggris

 

"Kelas menengah global telah tumbuh pesat dalam beberapa dekade terakhir. Dan siapa pun dalam kelompok ini bisa mengirim anak-anak mereka bersekolah ke luar negeri," kata Simon Marginson, seorang profesor di Universitas Oxford.

Mereka yang berstatus orang kaya di negara berkembang umumnya tidak begitu percaya pada kualitas institusi pendidikan di negaranya. Ini berarti, bisa berkuliah di negeri adalah status bergengsi.

Kesempatan lainnya, bersekolah di luar negeri memungkinkan orang bisa lancar berbahasa di luar bahasa ibu, hingga keuntungan bisa menjalin relasi dengan jaringan orang di seluruh dunia. Sehingga orang tua berpikir, membayar jutaan dollar masih sebanding dengan keuntungan yang didapat.

Baca juga: Biaya Kuliah yang Harus Kamu Persiapkan, Ini Rinciannya

Negara-negara yang paling diuntungkan dari bisnis kampus yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia. Mereka menarik keuntungan sangat besar dari para mahasiswa asing.

Di AS contohnya, ada 360.000 siswa dari China yang berkuliah di kampus-kampus negara itu. Masuknya mahasiswa asing diperkirakan mendatangkan keuntungan sebesar 45 miliar dollar AS per tahun untuk ekonomi Negeri Paman Sam.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X