Sederet Hukuman bagi PNS yang Ketahuan Mudik Saat Lebaran

Kompas.com - 24/05/2020, 10:23 WIB
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti simulasi gerakan cuci tangan pada sosialisasi pencegahan virus Corona lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Sosialisasi tersebut untuk meningkatkan kesadaran kepada tenaga pendidik tentang gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19) karena Pemprov Jabar telah menetapkan wilayah Jabar siaga satu. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nz ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMISejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti simulasi gerakan cuci tangan pada sosialisasi pencegahan virus Corona lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Sosialisasi tersebut untuk meningkatkan kesadaran kepada tenaga pendidik tentang gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19) karena Pemprov Jabar telah menetapkan wilayah Jabar siaga satu. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nz
  • Kategori II, yaitu ASN yang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik terhitung mulai tanggal 6 April 2020 atau pada saat diterbitkannya Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 41 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik bagi Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.
  • Kategori III, yaitu ASN yang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik terhitung mulai tanggal 9 April 2020 atau pada saat diterbitkannya Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 46 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti bagi Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.
  • Berpedoman pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2020, maka dinilai membawa dampak atau akibat pada
    unit kerja sehingga dapat dijatuhi hukuman disiplin tingkat ringan.

    Baca juga: Pegawai BUMN dan PNS Masuk 22 Mei, BI dan BEI Libur

    Kemudian jika dinilai membawa dampak atau akibat bagi instansi atau pemerintah/negara sehingga dapat dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat.

    Apabila ASN perlu bepergian ke luar daerah dalam keadaan terpaksa atau genting, maka ASN tersebut harus mendapatkan izin dari Pejabat yang Berwenang atas delegasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

    ASN juga tidak diperkenankan cuti selama berlakunya Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Dalam SE tersebut ditegaskan, PPK di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar tidak memberikan izin cuti bagi ASN.

    Namun, PPK masih dapat memberikan cuti bagi ASN yang melahirkan, cuti sakit, atau cuti karena alasan penting. Cuti dengan alasan penting hanya diberikan jika keluarga inti dari ASN sakit keras atau meninggal dunia.

    Baca juga: Segera Cair, Ini Besaran THR bagi Pensiunan PNS dan TNI-Polri

    Pemberian cuti tersebut dilakukan secara akuntabel sesuai dengan syarat yang diatur dalam PP No. 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan PP No. 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

    Sanksi bagi PNS yang nekat mudik diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

    Berikut sederet sanksi berat bagi PNS yang nekat mudik di tengah upaya penanggulangan virus corona atau Covid-19:

    • Penundaan kenaikan gaji berkala
    • Penundaan kenaikan pangkat
    • Penurunan pangkat 1 tingkat selama 1 tahun
    • Penurunan pangkat 1 tingkat selama 3 tahun
    • Penurunan jabatan setingkat lebih rendah
    • Pembebasan jabatan atau dicopot dari jabatannya
    Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

    Halaman:


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    [POPULER MONEY] Hanya yang Sudah Vaksin 2 Kali Dapat Beraktivitas di Tempat Publik | Sandiaga soal Ancaman Bos MotoGP

    [POPULER MONEY] Hanya yang Sudah Vaksin 2 Kali Dapat Beraktivitas di Tempat Publik | Sandiaga soal Ancaman Bos MotoGP

    Whats New
    Kerap Jadi Syarat Kelulusan, Apa Itu Magang?

    Kerap Jadi Syarat Kelulusan, Apa Itu Magang?

    Work Smart
    Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

    Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

    Rilis
    Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

    Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

    Whats New
    Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

    Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

    Whats New
    BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

    BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

    Whats New
    Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

    Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

    Earn Smart
    Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

    Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

    Whats New
    Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

    Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

    Whats New
    Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

    Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

    Rilis
    Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

    Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

    Whats New
    Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Whats New
     Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

    Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

    Spend Smart
    Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

    Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

    Whats New
    Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

    Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.