Sri Mulyani: Ramadhan dan Idul Fitri Tahun Ini Terasa Berbeda...

Kompas.com - 24/05/2020, 11:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa suasana Ramadhan serta Idul Fitri tahun ini berbeda. Hal ini dia ungkapkan melalui unggahan video di akun Instagram-nya, Minggu (24/5/2020).

Walaupun suasana berbeda, menurut dia, tidak mengubah hakikat umat Islam dalam menjalani ibadah meski dilanda wabah virus corona (Covid-19).

"Pada masa kita mengakhiri ibadah Ramadhan sebulan penuh, kita telah menjalankan sebuah ibadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta. Bulan puasa saat ini, bukanlah bulan puasa yang biasa. Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini adalah Ramadhan dan Idul Fitri yang tidak biasa," ucapnya, Minggu (24/5/2020).

Baca juga: Sri Mulyani Nilai Pandemi Covid-19 Adalah Ujian Generasi

"Namun, tetap memberikan esensi yang sama, yaitu manusia melakukan amalan dan ibadahnya di dalam rangka mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta. Selama sebulan kita telah melakukan ibadah yang meningkatkan kemampuan kita untuk bisa menahan diri dari segala nafsu, dari segala ketakutan dari segala kekurangan," lanjut dia.

Menkeu juga memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan yang tetap mampu bertugas selama pandemi virus corona (Covid-19) meskipun harus bekerja dari rumah.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang di dalam masa sulit terus melakukan tugasnya menjaga kompetensi dan menjaga komitmennya meskipun mungkin kita tidak bertemu secara fisik," ucapnya.

Kendati bekerja, berkomunikasi hingga silaturahim Lebaran tahun ini hanya dilakukan secara online, tetapi bagi Sri Mulyani tetap tidak mengurangi keakraban dan rasa persaudaraan di jajaran kementeriannya.

"Tidak mengurangi silaturahim rasa kasih sayang dan jembatan hubungan kita sebagai saudara sebagai manusia. Terus jaga kesehatan Anda, jaga keluarga Anda," ujarnya.

Semenjak Covid-19 mulai mewabah di Indonesia pada awal Maret 2020, semua pola aktivitas kerja, sekolah, dan ibadah berubah. Pemerintah mengimbau kepada masyarakatnya untuk melakukan segala aktivitas di dalam rumah.

Pemerintah juga mengumumkan larangan mudik pada 24 April 2020. Meskipun semua moda transportasi tetap berjalan di tengah kondisi pandemik, tetapi perjalanan jarak jauh hanya diperbolehkan untuk kondisi tertentu. Salah satunya perjalanan dinas pegawai dengan mengantongi surat izin dari pimpinan sekaligus disertai surat rapid test Covid.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Kerja Sistem MLFF Gunakan GNSS, Pengganti E-toll

Cara Kerja Sistem MLFF Gunakan GNSS, Pengganti E-toll

Whats New
Tinggal Sebulan, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus Rp 91,6 Triliun

Tinggal Sebulan, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus Rp 91,6 Triliun

Whats New
Pencabutan Larangan Ekspor CPO Dinilai Jadi Langkah Strategis Pulihkan Ekonomi

Pencabutan Larangan Ekspor CPO Dinilai Jadi Langkah Strategis Pulihkan Ekonomi

Whats New
Kemenko Perekonomian Ungkap Peran Lin Che Wei di Pemerintah, Ini Jawabannya

Kemenko Perekonomian Ungkap Peran Lin Che Wei di Pemerintah, Ini Jawabannya

Whats New
Catat Syarat dan Cara Daftar GrabFood 2022 Online

Catat Syarat dan Cara Daftar GrabFood 2022 Online

Smartpreneur
Ada Pengerjaan Proyek di Stasiun Manggarai, Ini Perubahan Rute Operasi KRL Commuter

Ada Pengerjaan Proyek di Stasiun Manggarai, Ini Perubahan Rute Operasi KRL Commuter

Whats New
Pengamat: Investasi di GoTo Bukan untuk Cari Cuan Harian atau Mingguan, melainkan Prospek Jangka Panjang

Pengamat: Investasi di GoTo Bukan untuk Cari Cuan Harian atau Mingguan, melainkan Prospek Jangka Panjang

Whats New
Upayakan Aplikasi MLFF Bebas Kuota Internet, Roatex Jajaki Operator Telekomunikasi

Upayakan Aplikasi MLFF Bebas Kuota Internet, Roatex Jajaki Operator Telekomunikasi

Whats New
Simak Syarat dan Cara Daftar Online Shopee Food Merchant

Simak Syarat dan Cara Daftar Online Shopee Food Merchant

Smartpreneur
Bakal Dibahas di Forum G20, Sri Mulyani Sebut Gaji Perempuan 30 Persen Lebih Rendah

Bakal Dibahas di Forum G20, Sri Mulyani Sebut Gaji Perempuan 30 Persen Lebih Rendah

Whats New
Kenapa 100K Artinya Rp 100.000? Simak Asal Usul Arti K pada Harga

Kenapa 100K Artinya Rp 100.000? Simak Asal Usul Arti K pada Harga

Spend Smart
Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 984.000 Per Gram

Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 984.000 Per Gram

Earn Smart
Dukung Pendidikan, Telkom Berikan Bantuan Digitalisasi untuk Sekolah di Tarutung

Dukung Pendidikan, Telkom Berikan Bantuan Digitalisasi untuk Sekolah di Tarutung

Rilis
Para Konglomerat yang Kaya Raya berkat Minyak Goreng

Para Konglomerat yang Kaya Raya berkat Minyak Goreng

Whats New
Menuju Era 'Economic Experience'

Menuju Era "Economic Experience"

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.