Singapura Keluarkan Stimulus Rp 338 Triliun untuk Lindungi Lapangan Kerja

Kompas.com - 26/05/2020, 17:48 WIB
Seorang warga Singapura terlihat sedang berlari sore di daerah Marina Bay, Jumat (08/05/2020). Ketentuan circuit breaker atau lockdown parsial yang berlaku sejak 7 April mengizinkan warga yang berolahraga untuk tidak menggunakan masker KOMPAS.com/ERICSSENSeorang warga Singapura terlihat sedang berlari sore di daerah Marina Bay, Jumat (08/05/2020). Ketentuan circuit breaker atau lockdown parsial yang berlaku sejak 7 April mengizinkan warga yang berolahraga untuk tidak menggunakan masker
Penulis Mutia Fauzia
|

KOMPAS.com - Menteri Keuangan Singapura Heng Swee Keat meluncurkan paket kebijakan fiskal sebesar 23 miliar dollar AS atau sekitar Rp 338,1 triliun.

Paket tersebut merupakan paket keempat yang digelontorkan untuk meredam dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang memukul perekonomian Singapura.

Melalui paket kebijakan keempat tersebut, pemerintah Singapura bakal memberi dukungan kepada dunia usaha untuk meredam angka pengangguran.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, 55.776 Kendaraan Mulai Kembali ke Jakarta

Seperti dikutip dari Bloomberg, Jakarta, Selasa (26/5/2020), Heng mengatakan melalui dukungan fiskal tersebut, pemerintah bakal membantu dunia usaha dan pekerja yang terdampak pembatasan sosial dan aktivitas ekonomi.

Dengan demikian, defisit anggaran Singapura pada tahun ini diproyeksi bakal mencapai 15,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), rekor terbaru sepanjang sejarah.

"Fokus utama dari anggaran ini adalah lapangan kerja," ujar Heng.

Baca juga: Imbas Lockdown, Uber PHK 600 Karyawannya di India

"Adapun sebagian besar dari tiga paket anggaran sebelumnya adalah untuk melindungi keberlangsungan hidup dari pekerja. Sementara untuk paket kebijakan fiskal keempat ini, kami akan melakukan sesuatu yang lebih besar," kata dia.

Dengan paket kebijakan fiskal keempat tersebut, Singapura secara keseluruhan telah mengalokasikan anggaran sebesar 92,9 miliar dollar Singapura, atau mencapai 19,2 persen dari PDB.

Heng mengatakan, pemerintah tengah berupaya untuk memberikan bantalan terhadap perekonomian dari risiko kontraksi pertumbuhan terbesar sejak negara tersebut merdeka.

Baca juga: Menperin Setuju Kerja Shift Malam Hanya untuk Pekerja di Bawah 50 Tahun

Halaman:


Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X