Menteri PPN Minta Ada Kampanye Besar-besaran New Normal

Kompas.com - 26/05/2020, 20:32 WIB
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa mengatakan kampanye protokol new normal harus dilakukan secara besar-besaran,

Menurutnya dengan begitu masyarakat bisa lebih paham dan mengerti mengenai penjelasan kondisi new mormal di tengah pandemi Covid-19.

"Sebelum kita benar-benar mengurangi pembatasan ini, kita harus melakukan kampanye besaran-besaran mengenai apa itu new normal atau bahasanya kenormalan baru, kenormalan baru itu seperti apa dan sebagainya," ujarnya dalam Temu Konsultasi Triwulan Tahun 2020 Bappenas-Bappeda yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (25/5/2020).

Baca juga: Naik Pesawat ke Jakarta Tak Punya SIKM, Siap–siap Karantina di GOR Cengkareng

Selain itu, Suharso juga menekankan pemerintah perlu meningkatkan tes Covid-19. Ia menilai tes Covid-19 perlu ditingkatkan agar meminimalisasi penyebaran Covid-19.

"Siapa yang dicurigai? Mereka yang masuk dalam daftar PDP dan ODP harus wajib tetap dites nanti," kata dia.

Tak hanya itu, ia juga menilai penggunaan masker perlu ditingkatkan. Selama new normal nanti, masyarakat tetap diwajibkan memakai masker hingga vaksin Covid-19 ditemukan.

"Saat ini kita harus kelola virus tapi bukan berarti virusnya bisa hilang tapi kita kendalikan. Oleh sebab itu kita akan menerapkan kehidupan dengan situasi kenormalan baru atau new normal dengan menyusun protokol kesehatan terlebih dahulu," kata dia.

Baca juga: New Normal, Erick Thohir Usulkan Sistem Member untuk Beli Tiket Kereta Api



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X