New Normal, BNI Siap Ubah Outlet Konvensional Jadi Digital

Kompas.com - 27/05/2020, 05:32 WIB
Logo BNI. Shutterstock/RafapressLogo BNI.
|

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tengah bersiap menerapkan protokol normal baru atau new normal.

Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pihaknya akan fokus kepada pengembangan teknologi dalam penerapan new normal.

"Perubahan perilaku, cara berinteraksi, berkomunikasi, dan transaksi nasabah menjadi dasar bagi BNI untuk mengimplementasikan berbagai strategi dan inovasi di berbagai fungsi dan lini unit," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (26/5/2020).

Baca juga: Naik Pesawat ke Jakarta Tak Punya SIKM, Siap–siap Karantina di GOR Cengkareng

Lebih lanjut Anggoro menjelaskan, BNI akan mendorong dan mengarahkan nasabah baik individu maupun institusi agar mengalihkan transaksinya dengan menggunakan platform digital BNI.

Sementara itu, Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati memastikan, BNI akan segera mengubah outlet konvensional menjadi outlet digital guna memaksimalkan pelaksanaan new normal.

Dia menjelaskan, layanan front end, proses bisnis dan model penjualan akan dimaksimalkan dengan dukungan infrastruktur IT, kemudian data warehouse dan system Customer Relationship Management (CRM) akan lebih dioptimalkan.

Menurutnya, penguatan layanan digital tersebut terefleksikan dengan pertumbuhan transaksi digital pada kuartal pertama 2020 di jaringan layanan elektronik BNI sebesar 31 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

Baca juga: Stanley Ho, Si Raja Judi Makau Meninggal Dunia

"Kenaikan tersebut terutama disumbangkan oleh pertumbuhan transaksi pada BNI Mobile Banking, yaitu naik 84,4 persen dibanding kuartal pertama 2019,” ujarnya.

Lebih lanjut, transaksi melalui BNI Mobile Banking pada kuartal I-2020 tumbuh menjadi 63 juta transaksi, atau jika dilihat dari nominalnya meningkat dari menjadi Rp 103,4 triliun pada kuartal I-2020.

Kenaikan transaksi digital terjadi untuk segmen nasabah korporasi, yaitu BNI Direct. Pada kuartal I-2020, volume transaksi yang menggunakan BNI Direct naik 55 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

"Hal itu menunjukkan nasabah institusi sudah beralih ke transaksi digital, khususnya untuk nasabah giro (giran), juga debitur. Semua debitur kita sudah mulai menggunakan Cash Management BNI tahun ini. Jadi kenaikan cash management sangat signifikan,” ucapnya.

Baca juga: Penumpang KRL Diimbau Tidak Bicara di Dalam Kereta, Ini Alasannya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X