Kompas.com - 27/05/2020, 08:40 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak positif hari ini. Sebelumnya IHSG ditutup pada zona hijau dengan kenaikan 1,78 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan penguatan IHSG hari ini terdorong sentimen positif terkait pembukaan ekonomi di beberapa negara dan juga uji coba vaksin Covid-19 yang terus mengalami perkembangan positif.

“Pasar saham mungkin bisa rally lagi ya, pelaku pasar akan merespon positif pembukaan ekonomi karena tidak ada tanda-tanda gelombang kedua dari Covid-19. Pasar juga merespons positif uji coba beberapa calon Vaksin Covid-19,” kata Hans kepda Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Ini Industri yang Kuat dari Guncangan Ekonomi Menurut BKPM

Hal ini lantaran setelah perusahaan bioteknologi asal AS Moderna dan Novavax yang melakukan uji coba vaksin Covid-19, kini giliran perusahaan dari Eropa yang berbasis di Jerman BioNTech yang merencanakan uji coba vaksin Covid-19. Hal ini menjadi sentimen positif bagi pasar lantaran Covid-19 bisa segera dimusnahkan.

Di samping itu, indeks kepercayaan konsumen AS tumbuh 86,6 persen atau jauh di atas bulan lalu yang 85,7 persen. Kondisi ini tentunya sangat bagus karena di tengah PHK dan melonjaknya klaim pengangguran, namun belanja konsumen mulai kembali normal.

Sementara itu, sentimen negatif yang muncul dari potensi memanasnya kembali hubungan AS dan China. Namun hal ini tidak digubris pasar lantaran pasar masih fokus pada perbaikan ekonomi dan penemuan vaksin Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Renault Bakal Pangkas 5.000 Karyawan Pada 2024

Sebelumnya, China berencana menerbitkan Undang-undang keamanan nasional yang menekan Hong Kong. Hal ini berpotensi menyulut kemarahan AS lantaran AS menginginkan Hong Kong memiliki otonomi yang luas sehingga tetap bisa menjadi pusat keuangan Asia.

Hans memproyeksikan IHSG akan konsolidasi menguat pada level support 4.600 sampai dengan 4.521 dan resistan pada level 4.650 sampai dengan 4.726.

Baca juga: Kerja dari Rumah, Karyawan Google Bisa Reimburse hingga Rp 14,7 Juta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X