Kompas.com - 27/05/2020, 20:13 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan penjelasan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR, Jakarta, Rabu (11/12/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan penjelasan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, menghadapi tatanan baru normal (new normal) bakal ada penyesuaian pencapaian target terhadap industri nasional.

"Jadi mereka hanya bisa meng-deploy hanya 50 persen. Tentu itu akan memengaruhi dari produksi yang pada gilirannya akan mempengaruhi dari timing target-target kita," katanya dalam halal bihalal virtual, Rabu (27/5/2020).

Agus Gumiwang mengungkapkan, menghadapi pola kehidupan baru yang normal selama masa pandemi virus corona (Covid-19) diakui sangat sulit mencapai target.

"Kita harus siap untuk menghadapi new normal. Ini juga membuat target-target kita mungkin tidak mudah untuk kita bisa capai," ujarnya.

Baca juga: Ini Beberapa Daerah yang Menurut Pemerintah Siap Terapkan New Normal

Apalagi adanya Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, diakui bakal mengubah pencapaian target industri.

"New normal itu misalnya, ketika masa-masa normal suatu industri bisa atau diperbolehkan untuk melibatkan 100 persen dari pekerjanya, karena ada protokol kesehatan yang baru berkaitan dengan new normal khususnya berkaitan dengan phsycal distancing maka memang industri diwajibkan untuk melakukan penyesuaian," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, tidak semua industri nasional menggunakan teknologi keseluruhan dalam proses produksi. Dengan demikian, ini juga menjadi penyebab target industri di masa pandemi sulit tercapai.

"Kebanyakan dari industri kita masih menggunakan sumber daya manusia dalam melaksanakan produksi. Tentu dengan adanya pembatasan-pembatasan pasti akan mempengaruhi dari timing terhadap apa menjadi target kita yang telah dirumuskan secara baik," katanya.

Ia berharap, pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) harus bersiap memanfaatkan teknologi digital agar mampu membangkitkan produk yang dipasarkan sekaligus mendongkrak perekonomian mereka.

Baca juga: Menteri PPN Minta Ada Kampanye Besar-besaran New Normal



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.