Kompas.com - 28/05/2020, 16:38 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Indonesia (BI).
Penulis Mutia Fauzia
|

Faktor kedua disebabkan oleh harga-harga komoditas global yang cenderung rendah. Hal tersebut berpengaruh pada harga barang-barang yang diimpor.

"Karenanya import inflationnya rendah," ujar Perry.

Faktor ketiga, nilai tukar yang bergerak stabil sejak bulan April meski sempat tertekan hingga level Rp 16.000 per dollar AS pada bulan Maret.

Hal tersebut turut mendorong pergerakan inflasi yang terjaga rendah.

Baca juga: Tren Belanja Online Naik, Bagaimana Pasca Pandemi?

Faktor keempat kata BI, koordinasi antara pemerintah dan bank sentral dalam menjaga terkendalinya harga barang. Hal tersebut turut menjaga ekspektasi inflasi di masyarakat.

Perry pun meyakini, hingga akhir tahun, inflasi bisa terjaga di kisaran sasaran yang telah di tetapkan pada level 3 persen plus minus 1 persen.

"Itu meyakinkan kita insyaAllah inflasi tahun ini terjaga di ksiaran sasaran yang ditetapkan, 3 persen plus minus 1 persen dengan tingkat inflasi yang cenderung rendah di ramadhan," jelas dia.

Baca juga: Pendapatan Jeblok, AirAsia Indonesia Rumahkan 873 Karyawan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X