Amazon Bakal Ajak 125.000 Pekerja Paruh Waktu Jadi Pegawai Tetap

Kompas.com - 29/05/2020, 12:43 WIB
Ilustrasi logo Amazon. TheVergeIlustrasi logo Amazon.

NEW YORK, KOMPAS.com - Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, Amazon berencana menawarkan pekerjaan permanen untuk 70 persen tenaga kerja mereka di Amerika Serikat yang sebanyak 175.000 orang.

Para pekerja tersebut, sebelumnya direkrut menjadi pekerja sementara untuk memenuhi lonjakan permintaaan di tengah pandemi virus corona.

Dikutip dari CNBC, Jumat (29/5/2020), peritel online terbesar di dunia tersebut bakal memberi tahu 125.000 pegawai di gudang mereka pada bulan Juni mendatang, mengenai keputusan tersebut.

Baca juga: Sah, Sri Mulyani Bakal Pajaki Amazon hingga Netflix mulai 1 Juli

Sementara itu, untuk 50.000 pekerja lainnya akan tetap berlakku kontrak musiman yang berlangsung hingga 11 bulan.

Keputusan tersebut merupakan tanda penjualan Amazon telah meningkat sehingga dapat memperluas kebutuhan tenaga kerja di tengah kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan pembatasan sosial serta di tengah banyak pesaing yang sudah mulai kembali membuka usahanya.

Pada Maret lalu, Amazon melakukan rekrutmen besar-besaran melalui sebuah unggahan blog untuk menarik pekerja yang di PHK oleh restoran dan bisnis lain yang terguncang akibat pandemi.

Melalui unggahan tersebut, Amazon menjanjikan pekerjaan yang bersangkutan akan berlangsung hingga kondisi kembali normal dan pegawai yang bersangkutan bisa kembali ke tempat kerja mereka yang lama.

Baca juga: Amazon Lakukan Panggilan Video dengan Pedagang, untuk Apa?

Adapun dengan adanya kebijakan untuk membuat para pegawai menjadai karyawan tetap, Amazon belum mengungkapkan berapa anggaran yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Sebelumnya, perusahaan sempat menyatakan telah memproyeksi besaran ongkos yang harus dikeluarkan perusahaan di tengah pandemi mencapai 4 miliar dollar AS.

Dengan pengangkatan pegawai menjadi permanen, maka karyawan yang bersangkutan akan mendapatkan keuntungan yang tidak didapatkan oleh pegawai musiman, seperti asuransi kesehatan serta jaminan pensiun.

Sebelumnya juga sempat diberitakan beberapa pekerja Amazon dan serikat pekerja setempat mengatakan, perusahaan telah meningkatkan risiko kesehatan para pegawai dengan tetap membuka operasional gudang di tengah pandemi.

Halaman:


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X