Pengusaha Wanti-wanti Pemerintah Soal "Timing New Normal"

Kompas.com - 29/05/2020, 16:32 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani saat menghadiri acara di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani saat menghadiri acara di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mewanti-wanti pemerintah terkait timing atau waktu memasuki kondisi normal baru atau new normal.

Kadin telah melakukan kajian-kajian dan evaluasi secara menyeluruh agar dunia usaha turut bersiap menghadapi era new normal. Hal itu disampaikan Kadin saat menerima kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini.

"Yang perlu diwaspadai adalah timing masa new normal ini, dilihat juga keadaan dari kesehatan itu apakah mulai membaik dan kurvanya melandai," ujar Ketua Kadin Rosan P. Roelani dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Baca juga: Begini Persiapan Perusahaan E-commerce Sambut New Normal

Kadin menilai, pemerintah pusat perlu memastikan kesiapan pemerintah daerah menyambut new normal. Sebab Kadin menilai, belum semua daerah siap masuk ke era new normal.

"Status masing-masing daerah juga berbeda-beda, ada yang memang sudah siap atau masih belum siap menghadapi new normal. Nanti perlahan harus dilakukan evaluasi, tahapannya seperti apa, juga kesiapan industrinya," kata dia.

Rosan mengatakan, perekonomian dapat dibuka secara perlahan berdasarkan hasil evaluasi karena pengusaha harus melakukan adaptasi.

Baca juga: Sektor Ini Diyakini Pemerintah Cepat Reborn Saat New Normal

Tak hanya itu, Rosan juga mengatakan pengusaha harus berinovasi dan berkreatifitas untuk menghadapi situasi new normal. Dia mengatakan, sektor industri padat karya harus menjadi prioritas.

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang menurun, harus didorong secara perlahan agar padat karya ini menjadi prioritas terlebih dahulu. Padat karya harus dipastikan siap menghadapi new normal agar yang di-PHK angkanya bisa ditekan," ucapnya.

Meski begitu, Kadin menilai keputusan pemerintah untuk menerapkan new normal sangat tepat. Sebab kata dia, new normal memberikan ruang gerak bagi pelaku usaha untuk menggerakkan kembali roda usahanya.

Baca juga: Bansos untuk Petani dan Nelayan Akan Diberikan secara Tunai



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

Whats New
373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

Whats New
Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Whats New
7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Whats New
Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Smartpreneur
Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Earn Smart
Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Whats New
Kemenperin: Halal Bukan Karena Masalah Agama, Sekarang Jadi Fesyen

Kemenperin: Halal Bukan Karena Masalah Agama, Sekarang Jadi Fesyen

Whats New
Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN ITDC

Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN ITDC

Whats New
[POPULER MONEY] Cara Daftar BLT UMKM bagi yang Tak Punya Rekening | Luhut Geram Gantungan Baju Pun Impor

[POPULER MONEY] Cara Daftar BLT UMKM bagi yang Tak Punya Rekening | Luhut Geram Gantungan Baju Pun Impor

Whats New
Ada BLT UMKM Tahap II, Ini Syarat hingga Cara Mendapatkannya

Ada BLT UMKM Tahap II, Ini Syarat hingga Cara Mendapatkannya

Whats New
BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

Whats New
DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Whats New
Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Whats New
Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X