Pemprov Jatim Dapat Sumbangan 10.000 Rapid Test dari BUMN

Kompas.com - 30/05/2020, 07:15 WIB
Dirut PT Pelindo III Doso Agung KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Dirut PT Pelindo III Doso Agung

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelindo III (Persero) memberikan bantuan 10.000 rapid test kit untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Timur. Bantuan tersebut merupakan bantuan dari total 50.000 rapid test kit yang disiapkan Pelindo III untuk wilayah Jawa Timur.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengaku pihaknya akan bersama-sama pemerintah dan masyarakat menanggulangi pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

"Mari kita bekerja sama, kita tunjukkan semangat untuk saling mendukung. Yang tidak kalah penting, mari kita kurangi penyebaran Covid-19 ini dengan cara disiplin melakukan protokol kesehatan yang bisa dimulai dari diri sendiri dengan saling menjaga jarak, disiplin untuk berkegiatan di rumah, dan pakai masker," kata Doso dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5/2020).

Baca juga: Waspada, Aplikasi Koperasi Ilegal Gentayangan di PlayStore

Doso pun mengajak dunia usaha untuk terus berkolaborasi, karena tanggung jawab atas pandemi Covid-19 tidak hanya berada pada pemerintahan, tetapi juga sektor privat dan seluruh komponen masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan semangat kegotongroyongan dan kebersamaan dalam menghadapi masa masa sulit ini, kita dapat melewati pandemi Covid-19 dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ucap dia.

Dalam pelaksanaannya, Pelindo III terus berkoordinasi dengan gugus tugas dan Pemerintah Daerah setempat membahas teknis pelaksanaan bantuan 50 ribu rapid test massal gratis tersebut.

Baca juga: Erick Thohir Jelaskan Suntikan Rp 152 Triliun untuk BUMN

Pelindo III juga terus memperkuat teknis penanganan Covid -19 melalui RS PHC Surabaya dengan membangun Laboratorium Swab PCR dan menambah fasilitas ruang isolasi dari 17 ruang menjadi 200 ruang isolasi untuk penanganan pasien Covid-19.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, rapid test dari Pelindo III akan digunakan saat nanti persiapan pembukaan kembali pondok pesantren di Jawa Timur.

"Karena untuk masuk pondok pesantren salah satunya yang disarankan oleh dinas kesehatan adalah para santri harus rapid test dulu jika memang kondisinya sehat maka bisa lanjut,” kata dia.

Baca juga: Erick Thohir: Banyak Media Asing Mendiskreditkan Penanganan Covid-19 Indonesia

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X