Melihat Lonjakan IHSG Sepekan Pasca-Lebaran

Kompas.com - 30/05/2020, 13:32 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup positif pada akhir pekan pasca Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah.

Hal tersebut tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa yang mengalami peningkatan masing-masing sebesar 4,56 persen.

Pada Jumat (29/5/2020), IHSG ditutup pada level 4.753,6. Sementara pada penutupan pekan lalu, IHSG ada pada level 4.545,9.

Baca juga: Prosedur dan Cara Mengurus Taspen bagi Pensiunan PNS

Kapitalisasi pasar bursa berada pada posisi Rp 5,4 triliun atau meningkat dibanding minggu lalu yang hanya Rp 5,2 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 24,52 persen atau sebesar 639.998 kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 513.973 kali transaksi.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan dalam siaran resminya, Jumat (29/5/2020), perubahan terjadi pada data rata-rata nilai transaksi harian dan rata-rata volume transaksi harian selama periode sepekan yakni tanggal 26 – 29 Mei 2020.

“Rata-rata volume transaksi juga mengalami perubahan, di mana pekan ini 38,03 persen terjadi pada atau sebesar 9.242 miliar unit saham. Sementara pekan lalu meningkat signifikan sebesar 14.914 miliar unit saham akibat dari transaksi saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) oleh Bangkok Bank di Pasar Negosiasi,” kata Yulianto.

Baca juga: Bank Dunia Setuju Kucurkan Pinjaman Rp 3,6 Triliun untuk Indonesia

Akhir pekan ini, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 85,76 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp 11,101 triliun.

Selama sepekan tercatat aktivitas bursa antara lain, penerbitan Obligasi Berkelanjutan III oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) Tahap III Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp 260,3 miliar.

WOMF juga mendapat peringkat AA-(idn) (Double A minus) dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch), dimana Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Baca juga: Puncak Arus Balik, Pengawasan Diperketat

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 28 Emisi dari 23 Perusahaan Tercatat senilai Rp 25,06 triliun.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 432 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 437,17 triliun dan 47,5 juta dollar AS, diterbitkan oleh 117 Perusahaan Tercatat.

Sementara untuk Surat Berharga Negara (SBN), tercatat di BEI berjumlah 97 seri dengan nilai nominal Rp 3,05 triliun dan 400 juta dollar AS. Sementara Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp 9,20 triliun.

Baca juga: Erick Thohir Sebut Mahalnya Biaya Perawatan Pasien Covid-19



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X