Bebas Finansial di Usia Muda? Bisa, Begini Caranya

Kompas.com - 31/05/2020, 07:21 WIB
Ilustrasi anak muda sedang merencanakan membeli rumah ThinkstockIlustrasi anak muda sedang merencanakan membeli rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Bebas finansial di usia muda? Kenapa tidak.

Wujudkan impian Anda untuk bebas finansial di usia muda dengan cara berikut ini.

Agustina Fitria, Financial Planner OneShildt menjelaskan bebas finansial adalah terpenuhinya semua kebutuhan masa kini dan masa depan tanpa Anda harus bekerja.

Baca juga: Simak, 3 Tahapan Atasi Kecemasan Finansial di Tengah Virus Corona

Anda hanya perlu memetik hasil investasi untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut.

Bisakah saya yang hanya karyawan muda mencapai bebas finansial? Bisa banget, dengan catatan Anda memiliki komitmen yang kuat dan disiplin.

Tidak hanya itu, Anda harus mulai persiapan menuju bebas finansial sejak dini.

Widya Yuliarti, Financial Planner Finansialku.com mengingatkan Anda harus memastikan sudah mampu memenuhi semua kebutuhan dasar seperti makan, transportasi, dan sewa rumah (kalau ada).

Selain itu, Anda harus memiliki asuransi kesehatan. Sebab, asuransi tersebut bisa menolong kondisi keuangan Anda saat mendadak harus dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Ini Langkah Menjadi Perempuan Cerdas secara Finansial

Bila Anda sudah memenuhi kriteria tersebut, bisa mulai melakukan persiapan menuju bebas finansial. Anda bisa mengikuti saran dari Fitria dan Widya berikut ini untuk mewujudkan impian bebas finansial.

Menabung

Hal utama yang harus Anda lakukan bila ingin bebas finansial adalah giat menabung. Agar dana tabungan tidak tergerus untuk biaya entertaiment, Anda bisa buka rekening khusus untuk tabungan.

Fitria mengatakan untuk seseorang yang belum menikah bisa menyisihkan sampai 50 persen dari gaji. Dengan catatan, Anda tidak mempunyai tanggungan yang wajib dibayar setiap bulannya.

Sedangkan, untuk Anda yang sudah berkeluarga atau memiliki tanggungan sebaiknya menabung sesuai kemampuan. Idealnya anggaran minimal tabungan sekitar 10 persen dari gaji.

Widya mengingatkan dana tabungan tersebut sebaiknya ditujukan untuk memenuhi dana darurat. Sekedar info, idealnya setiap orang memiliki dana darurat sekitar tiga sampai enam bulan dari total pengeluaran.

Baca juga: Beban Berat Generasi Sandwich, Tak Hanya Finansial...

"Dana darurat tersebut bisa membantu menjaga kondisi keuangan Anda saat krisis," kata Widya pada KONTAN.

Saat dana darurat sudah terpenuhi, Anda mulai menabung untuk mengumpulkan modal membeli aset aktif atau modal untuk investasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X