Gandeng Warga, KKP Ringkus Pelaku Bom Ikan di Morowali

Kompas.com - 02/06/2020, 09:04 WIB
Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan saat menyergap tiga pelaku ilegal fishing di Perairan Sulawesi, Kamis (30/4/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Kelautan dan PerikananPetugas Kementerian Kelautan dan Perikanan saat menyergap tiga pelaku ilegal fishing di Perairan Sulawesi, Kamis (30/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengawas Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya (PSDKP) Kelautan dan Perikanan berhasil meringkus pelaku destructive fishing (DF) di perairan Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu mengatakan, petugas menggunakan perahu nelayan dan bekerja sama dengan masyarakat pesisir untuk menyamarkan aksinya dalam operasi penangkapan.

”Pengawas Perikanan pada Satwas SDKP Kendari yang berada dibawah komando Pangkalan PSDKP Bitung, berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 orang pelaku pengebom ikan di Morowali, Sulawesi Tengah pada Sabtu (30/5/2020)," katanya dikutip dalam keterangan resmi Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Menteri KKP Minta Tambahan Anggaran Rp 1,24 Triliun, untuk Apa Saja?

Menurut dia, penangkapan terhadap 2 pengebom ikan tidaklah mudah. Aparat sudah bekerja beberapa hari sebelum melakukan operasi penangkapan, seperti pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) yang mendukung operasi.

Kronologinya, penangkapan diawali dengan mengumpulkan informasi di wilayah kerja Luwuk Banggai oleh Satwas SDKP Kendari dan Dinas Perikanan Kabupaten Morowali.

Dari situ, pihaknya mendapati perahu tak bertuan di perairan Desa Umbele dengan titik koordinat -3°2'51, 1935" LS 122°27'48, 15443" BT.

"Setelah didekati dan dilakukan pengamatan ditemukan 2 terduga pelaku sedang menyelam untuk mengambil ikan yang diduga ditangkap menggunakan bahan peledak," urainya.

Saat digeledah, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk menangkap ikan yang merusak, antara lain, pupuk bahan membuat bom, korek api, kabel, kompresor, dan alat selam.

"Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap 2 pelaku untuk keperluan penyidikan lebih lanjut, yang akan dilakukan oleh PPNS Perikanan pada Satwas SDKP Kendari," jelas dia.

Baca juga: Menteri KKP ke Jajarannya: Kita Bukan Bos...

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X