Gandeng Warga, KKP Ringkus Pelaku Bom Ikan di Morowali

Kompas.com - 02/06/2020, 09:04 WIB
Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan saat menyergap tiga pelaku ilegal fishing di Perairan Sulawesi, Kamis (30/4/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Kelautan dan PerikananPetugas Kementerian Kelautan dan Perikanan saat menyergap tiga pelaku ilegal fishing di Perairan Sulawesi, Kamis (30/4/2020).

Destructive fishing masih marak

Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Matheus Eko Rudianto menambahkan, praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan ( destructive fishing) masih marak dilakukan oleh nelayan Indonesia di beberapa wilayah.

Padahal penggunaan bom ikan mengakibatkan kerusakan jangka panjang. Bukan hanya terjadi pada ikan, tapi juga merusak habitat terumbu karang.

KKP sendiri telah mengupayakan langkah-langkah pemberantasan kegiatan destructive fishing. KKP telah memiliki Rencana Aksi Nasional Pengawasan dan Penanggulangan Kegiatan Penangkapan Ikan yang Merusak Tahun 2019-2023 yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 114/KEPMEN-KP/SJ/2019.

”Langkah-langkah pencegahan, pembinaan dan penanganan terus akan kami dorong agar praktik-praktik DF ini bisa dihilangkan," tutur Eko.

Adapun, penangkapan pelaku pengeboman ikan di Sulawesi Tengah ini menambah panjang daftar pelaku destructive fishing yang diamankan oleh Ditjen PSDKP-KKP.

Selama 2 (dua) bulan terakhir, ada 31 orang pelaku destructive fishing yang berhasil diringkus dari berbagai lokasi, yakni Tojo Una una - Sulawesi Tengah, Halmahera- Maluku Utara, Flores Timur – Nusa Tenggara Timur, Sumbawa – Nusa Tenggara Barat, dan di Sulawesi Utara.

Baca juga: Jelang Lebaran, KKP Tangkap Lagi 2 Kapal Maling Ikan di Natuna

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X