PSBB, Layanan Streaming Vidio Kebanjiran Download

Kompas.com - 02/06/2020, 18:34 WIB
Ilutrasi platform Vidio DokIlutrasi platform Vidio

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan hiburan berbasis video on demand (VoD), Vidio, termasuk salah satu bisnis yang diuntungkan saat pandemi Covid-19.

Pasalnya, platform streaming itu mengalami peningkatan pengguna secara signifikan sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dan physical distancing resmi diterapkan oleh pemerintah.

Vice President Brand Marketing Vidio, Rezki Yanuar mengatakan, meningkatkan pengguna Vidio tercermin dari banyaknya download aplikasi itu di IOS maupun Android. Tercatat, terjadi pengunduhan 5 juta kali selama April 2020.

"Bulan April menjadi bulan yang sangat baik. Download 5 juta kali selama 1 bulan artinya meningkatkan pengguna yang aktif di aplikasi. Ini bahkan peningkatan yang terbesar dalam 1 bulan," kata Rezki dalam wawancara bersama Kompas.com, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Kominfo: Kalau Jaga Keamanan Platform Digital, Pemerintah Langgar Prinsip Kebebasan

Rezki berujar, hal itu tak terlepas dari beberapa inovasi yang digagas perseroan. Pada April 2020, perusahaan membebaskan akses streaming kepada seluruh penggunanya.

Setelah bulan April, pihaknya memberikan potongan harga berlangganan dari Rp 29.000 menjadi Rp 15.000 tiap bulan.

Di sisi lain, tidak adanya perhelatan olahraga (sport) yang bergulir selama masa PSBB menjadi tantangan tersendiri bagi Vidio.

Pasalnya, kata Rezki, tayangan olahraga menjadi konten yang dominan dan banyak menyerap para pengguna pria khususnya.

"Untuk itu kita coba mem-push beberapa konten, ternasuk e-sport sejak awal April 2020. Ini ternyata cukup menarik untuk masyarakat. It works very well," paparnya.

Rezki berujar, perseroan juga kerap menambahkan live streaming untuk memancing pertumbuhan pengguna aktif. Siaran langsung itu berupa konser amal dan program tanya ustad pada masa Ramadhan dilengkapi fitur tanya jawab.

Perubahan jam pengguna

Dia pun mengakui, terjadi perubahan jam akses saat PSBB berlangsung. Waktu akses menjadi lebih merata sejak pukul 08.00 pagi hingga jam 12.00 saat makan siang. Biasanya, pengguna pada siang hari tak setinggi saat PSBB.

"Tapi prime time tetap di jam 20.00 malam, sama seperti sebelum PSBB. Bulai Mei (saat Ramadhan) pengguna naik di jam ngabuburit dan jam 19.00 - 20.00. Pengguna laki-laki dan perempuan sekarang lebih balance, dengan umur 35 tahun ke bawah," paparnya.

Baca juga: Pemerintah Bisa Hentikan Kerja Sama dengan Platform Digital Kartu Pra Kerja

Menyambut masa new normal, Rezki mengaku telah menyiapkan beberapa strategi sembari menunggu perhelatan olahraga dimulai kembali. Dia bilang, pihaknya berkesempatan menggaet user non-sport yang meningkat saat PSBB.

"Ada peningkatan user-user non sport saat April-Mei karena enggak ada acara olahraga. Ini harus kita jaga sehingga keduanya tetap berjalan. Inovasi juga harus tetap berjalan, salah satu yang akan dilakukan adalah menghadirkan live streaming seperti tadi. Ujung-ujungnya untuk mengejar user yang berkualitas," pungkas Rezki.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X