Siloam Hospitals Catatkan Kenaikan Pendapatan Tahun 2019, Rp 7,02 Triliun

Kompas.com - 02/06/2020, 21:12 WIB
RS Siloam Paal Dua Manado jadi RS Rujukan Covid-19 Siloam HospitalsRS Siloam Paal Dua Manado jadi RS Rujukan Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatatkan kenaikan pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 7,02 triliun. Pertumbuhan tersebut naik 17,79 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 5,96 triliun.

Underlying Net Profit SILO juga naik signifikan sebesar 251 persen dari tahun 2018 menjadi Rp 92 miliar di tahun 2019. Demikian juga underlying EBITDA yang juga naik sebesar 26,2 persen.

“Kenaikan pendapatan tersebut ditunjang oleh pertumbuhan jumlah pasien RS sebanyak 17 persen dan kenaikan tingkat hunian RS yang mencapai 64 persen di tahun 2019, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang berkisar 55 persen,” kata Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Grup, Caroline Riady, melalui siaran media, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Kemenaker dan RS Siloam Beri Rapid Test Gratis untuk 1.000 Buruh

SILO juga membukukan pendapatan dari segmen rawat inap mencapai Rp 4,09 triliun atau setara 58,35 persen dari total pendapatan. Angka ini tumbuh 16,19 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,52 triliun.

Sementara segmen rawat jalan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,93 triliun atau setara 41,74 persen dari total pendapatan, yang berarti kenaikan 20,08 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,44 triliun.

Caroline menyampaikan, capaian positif tersebut menunjukkan kinerja saham SILO yang mengalami kenaikan signifikan selama 1 bulan terakhir.

Saat ini manajemen telah menerapkan strategi baru setelah melakukan review akuntansi menyeluruh, antara lain dengan penyesuaian Piutang Usaha dan penghentian beberapa proyek baru.

Dia juga menambahkan, SILO juga memiliki arus kas yang kuat selama 2019. Arus kas operasi bahkan meningkat 220 persen menjadi Rp 652 miliar, sementara Arus kas bebas tercatat positif Rp 184 miliar.

Total uang tunai pada Desember 2019 senilai Rp 314 miliar, meningkat 45 persen dibandingkan dengan tahun lalu Rp 216 miliar.

SILO juga memiliki neraca keuangan yang kuat dengan rasio utang terhadap EBITDA yang rendah sebesar 0,27.

“Posisi kas yang kuat memberikan landasan operasional yang kokoh untuk Siloam,” tegas Caroline.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X