Mendes: Penyaluran BLT Dana Desa di Banten dan Papua Baru Capai 20 Persen

Kompas.com - 02/06/2020, 21:47 WIB
Ilustrasi antrean BLT. Adysta PravitrarestuIlustrasi antrean BLT.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, bantuan langsung tunai ( BLT) dana desa di Provinsi Banten dan Papua baru mencapai 20 persen.

Pihaknya pun telah melakukan kunjungan ke kedua wilayah tersebut, termasuk ke empat wilayah lainnya yang penyaluran BLT dana desanya masih di bawah 50 persen.

“Masih ada enam provinsi yang dibawah 50 persen. Banten baru 20 persen, NTT 44 persen, Maluku 44 persen, Maluku Utara 42 persen, Papua 20 persen, Papua Barat 44 persen. Ini daerah yang dibawah 50 persen, yang lain sudah bagus semua,” ujar Abdul Halim saat teleconference dengan wartawan, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Ada 26 Kabupaten/Kota yang Belum Salurkan BLT Dana Desa

Abdul Halim menjelaskan, berdasarkan hasil kunjungan tersebut ditemukan sejumlah masalah yang membuat penyaluran BLT dana desa terhambat.

Pertama, karena masalah singkronisasi data yang belum turun dari Pemerintah Kabupaten atau dari para camat.

Kedua, dana desa baru masuk RKdes karena keterlambatan terbitnya Perbup tentang pengalokasian dana ke masing-masing desa dan surat kuasa bupati untuk pemindah bukuan dana di KPPN ke RKdes.

“Meskipun sudah diubah sekarang melalui PMK nomor 50, sekarang tidak butuh lagi Perbup untuk percepatan,” kata dia.

Ketiga, bantuan sosial (Bansos) provinsi maupun kabupaten belum disalurkan ke masyarakat.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah memerintahkan agar agar BLT dana desa disalurkan terlebih dahulu tanpa harus menunggu dana lainnya sampai ke tangan masyarakat.

Baca juga: BLT Dana Desa Diperpanjang Jadi 6 Bulan

“Jadi yang sudah masuk di dalam data BLT desa dan sudah salur jangan dikasih Bansos apapun," ucap dia.

Masih ada enam provinsi yang dibawah 50 persen. Banten baru 20 persen, NTT 44 persen, Maluku 44 persen, Maluku Utara 42 persen, Papua 20 persen, Papua Barat 44 persen. Ini darrah yang dibawah 50 persen, yang lain sudah bagus semua.

"Banten sudah kita sidak, 4 kabupaten kita kunjungi dalam rangka pengecekan di lapangan apa sih permasalahannya kok baru 20 persen," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Ingin Bekerja Nyaman dan Bahagia? Pilih Perusahaan seperti Ini

Work Smart
Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Pemerintah Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Program 1 Juta Rumah

Whats New
Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Pertamina Beri Pinjaman Modal ke Pelaku Usaha yang Tak Lagi Gunakan Elpiji 3 Kg

Whats New
Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X