Yakin Terapkan New Normal, Luhut: Kita Lakukan Berdasarkan Data!

Kompas.com - 03/06/2020, 08:54 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (9/3/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut rencana pemerintah menggulirkan status normal baru atau new normal bukan tanpa alasan.

Ekonomi Indonesia perlu diselamatkan, namun dengan tetap melakukan upaya pencegahan penyebaran pandemi virus corona ( Covid-19).

Menurutnya, tren wabah tersebut semakin menurun di Indonesia. Saat ini, rata-rata ada sekitar 600 kasus per hari dalam sepekan terakhir.

"Kalau kita mau melakukan new normal, kita tidak melakukan itu tanpa dasar. Semua kita lakukan dengan dasar angka atau data," kata Luhut seperti dikutip dari Antara, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: Luhut Tantang Pengkritik Utang Negara Tatap Muka

Lanjut dia, pemberlakukan new normal bukan tanpa berpedoman pada data yang akurat. Pemerintah sudah memiliki hitungan matang untuk mengimplementasikan new normal.

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan jumlah tes Covid-19, baik swab maupun tes PCR. Jumlah tes juga terus ditingkatkan menjadi 10 ribu tes per hari dan terus didorong agar meningkat hingga 14 ribu-15 ribu tes.

"Per 31 Mei, jumlah kasus Covid-19 ada 26 ribu kasus, fatality rate (tingkat kematian) sebesar 6,1 persen. Ini sudah menurun ya kalau saya tidak keliru. Demikian pula recovery rate (tingkat kesembuhan) 27,6 persen. Jadi semua angka ini membaik," ungkap dia.

Luhut menambahkan, kapasitas tes juga terus ditingkatkan hingga 15 ribu tes per hari karena reagen yang sudah tersedia. Begitu pula 28 laboratorium telah mulai beroperasi.

Baca juga: Luhut: Saya Tidak Punya Akun Twitter

"Memang satu setengah bulan pertama kita alami banyak kendala," akunya.

Namun, Luhut menegaskan meski pemerintah menetapkan regulasi untuk mengubah perilaku masyarakat melalui tatanan normal baru, kedisiplinan masyarakat tetap faktor utama.

"Apapun yang dilakukan pemerintah kalau tidak disiplin, kita asyik mengkritik saja, tanpa kita perhatikan protokol kesehatan, ya enggak ada gunanya juga. Padahal protokol kesehatan ini jadi kunci, yaitu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker," kata dia.

Kapan new normal berlaku?

Luhut juga mengungkapkan alasan pemerintah belum mengumumkan berlakunya era kenormalan baru.

Ia mengatakan, keputusan berlakunya era kenormalan baru tidak bisa dipatok berdasarkan tanggal pasti. Namun berdasarkan angka dan kurva kasus wabah virus corona.

Halaman:


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X