KILAS

Meski Pandemi, Ekspor Pertanian April 2020 Capai 0,28 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 03/06/2020, 10:21 WIB
Ilustrasi sawah Dok. Humas KementanIlustrasi sawah

Suhariyanto menjelaskan, penyebab turunnya NTP pada tiga subsektor tersebut adalah penurunan harga beberapa komoditas.

“Misalnya pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, harga karet dan minyak sawit merah atau Crude Palm Oil (CPO) mengalami penurunan,” kata Suhariyanto.

Baca juga: Pasokan Sayuran Segar Dalam Negeri Melimpah, Indonesia Siap Ekspor

Oleh karena itu, NTP nasional pada Mei 2020 turun 0,85 dibanding NTP bulan lalu.

“Karena terdapat penurunan harga komoditas, NTP bulan ini di bawah 100,” kata Suhariyanto.

BPS juga merilis data inflasi Mei 2020, yang menunjukkan posisi rendah yaitu 0,07 persen.

Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, antara lain dukungan ketersediaan pangan pada Idul Fitri, serta penurunan permintaan akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Inflasi April 0,08 Persen, BI Sebut Dipengaruhi WFH hingga PSBB

“Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal tersebut menyebabkan penurunan permintaan dan perlambatan produksi,” kata Suhariyanto.

Kondisi ketersediaan pangan

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah melakukan berbagai terobosan untuk menjamim stok dan kelancaran distribusi pangan ke masyarakat.

Saat menjelang puasa dan lebaran misalnya, Syahrul menyatakan, pihaknya menghadirkan Toko Mitra Tani di setiap provinsi, serta menggandeng layanan transportasi berbasis online, marketplace, dan sejumlah startup bidang pertanian.

“Kami pun aktif melakukan operasi pasar dan distribusi bahan pangan dari daerah yang surplus ke daerah yang mengalami keterbatasan,” kata Syahrul.

Baca juga: Pasar Mitra Tani dan Upaya Kementan untuk Kemudahan Distribusi Pangan

Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Muhammad Firdaus menegaskan, secara kumulatif kondisi ketersediaan pangan pokok nasional sudah mencukupi meski sebarannya belum merata.

Ia juga menegaskan, masing-masing wilayah memiliki keunggulan dan kapasitas produksi. Maka dari itu, sistem distribusi perlu ditata untuk mengurangi disparitas harga antarwilayah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BEI: Penghapusan Kode Broker untuk Cegah Aksi 'Goreng' Saham

BEI: Penghapusan Kode Broker untuk Cegah Aksi "Goreng" Saham

Whats New
Sebelum Beli Dollar AS, Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini

Sebelum Beli Dollar AS, Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini

Spend Smart
Harga Emas Antam Naik Rp 6.000, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam Naik Rp 6.000, Simak Daftar Lengkapnya

Spend Smart
PPnBM 0 Persen Mulai Berlaku, Ini Sederet Jenis Mobil dan Alasan Pemberian Insentif Diskon Pajak

PPnBM 0 Persen Mulai Berlaku, Ini Sederet Jenis Mobil dan Alasan Pemberian Insentif Diskon Pajak

Whats New
Begini Nasib Karyawan Outsourcing di Peraturan Terbaru Jokowi

Begini Nasib Karyawan Outsourcing di Peraturan Terbaru Jokowi

Whats New
Cara Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe Bank BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Cara Ganti Kartu ATM Magnetic Stripe Bank BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Whats New
IHSG Awal Sesi Melaju, Rupiah Masih Tertatih...

IHSG Awal Sesi Melaju, Rupiah Masih Tertatih...

Whats New
Franchise Apotek Ini Buka 10 Lowongan untuk SMK hingga S1, Simak Persyaratannya

Franchise Apotek Ini Buka 10 Lowongan untuk SMK hingga S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Harga Minyak Mentah Terus Menguat, Harga BBM di AS Merangkak Naik

Harga Minyak Mentah Terus Menguat, Harga BBM di AS Merangkak Naik

Whats New
Bagaimana Proyeksi IHSG di Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bagaimana Proyeksi IHSG di Awal Pekan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Menperin Sebut Toyota Siapkan Rp 28 Triliun untuk Produksi Mobil Hibrida dan Listrik di Indonesia

Menperin Sebut Toyota Siapkan Rp 28 Triliun untuk Produksi Mobil Hibrida dan Listrik di Indonesia

Whats New
Aturan Baru Jokowi: Status Pegawai Kontrak Kini Semakin Lama

Aturan Baru Jokowi: Status Pegawai Kontrak Kini Semakin Lama

Work Smart
DP KPR Rumah Nol Rupiah Berlaku Hari Ini, Simak Ketentuannya

DP KPR Rumah Nol Rupiah Berlaku Hari Ini, Simak Ketentuannya

Spend Smart
Manulife Bayar Klaim Rp 5,5 Triliun Sepanjang 2020

Manulife Bayar Klaim Rp 5,5 Triliun Sepanjang 2020

Whats New
Sri Mulyani Lakukan Pertemuan dengan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20, Ini Isinya

Sri Mulyani Lakukan Pertemuan dengan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20, Ini Isinya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X