Tembus Pasar Eropa, Ini Kelebihan Kacang Tanah Lurik Asal NTT

Kompas.com - 03/06/2020, 22:37 WIB
Kacang lurik organik milik Kelompok Tani Tunas Baru, Desa Fafinesu A, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, yang menembus pasar internasional Dokumen Mikhael NenoKacang lurik organik milik Kelompok Tani Tunas Baru, Desa Fafinesu A, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, yang menembus pasar internasional

Terutama kata Lewi, untuk desa-desa yang sudah siap melakukan budidaya secara organik, tanpa benih hibrida, tanpa intensifikasi lahan dan lebih

mengutamakan sistem pertanian berkelanjutan dan kestabilan bio-ekosistem di lokasi mitra petani berusaha.

Lewi menyebut, kacang lurik organik merupakan kacang tanah yang memiliki karakteristik warna loreng unik dengan paduan warna putih dan merah muda.

Kacang lokal organik lanjut Lewi, merupakan kacang tanah dengan warna kulit dalam cokelat polos seperti kacang tanah pada umumnya.

Baca juga: Meski Pandemi, Ekspor Pertanian April 2020 Capai 0,28 Miliar Dollar AS

Pihaknya memasarkan kacang ke mancanegara dengan kualitas raw (mentah) yaitu hanya dipanaskan dengan suhu rendah di dalam oven, 100 persen organik, bebas dari kontaminasi mikrobiologi dan bebas dari aflatoksin.

"Salah satu keunggulan dari tanah di NTT dibandingkan dengan wilayah lain adalah menghasilkan kacang yang bebas dari aflatoksin,"tuturnya.

Kacang lurik organik dan kacang lokal organik merupakan makanan yang kaya akan nutrisi alami seperti protein dan vitamin E.

Selain meningkatkan kualitas hidup petani lokal secara ekonomi kata Lewi, kacang ini merupakan salah satu sumber pangan yang sangat baik untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat lokal dalam usaha memerangi malnutrisi.

"Saat ini, kita sedang melakukan pengembangan produk baru, diantaranya kacang jumbo organik yang hanya bisa ditanam di salah satu daerah spesifik yang terletak di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur,"imbuhnya.

Kacang Jumbo lanjutnya, merupakan komoditas yang cukup terkenal dan menjadi favorit masyarakat yang tinggal di daerah Rote Ndao, namun hingga saat ini belum pernah dipromosikan hingga ke ibu kota dan pasar internasional.

Baca juga: Indonesia Berpotensi Ekspor Rempah ke Taiwan, Nilainya Rp 9,6 Miliar

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X