KKP Kembali Lepas Liarkan 95.610 Benih Lobster

Kompas.com - 04/06/2020, 09:29 WIB
Sejumlah barang bukti dihadirkan saat rilis kasus penyelundupan bibit lobster di Gedung KPU Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (23/02/2018). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementrian Keuangan, menggagalkan penyelundupan 71.982 ekor benih lobster jenis pasir dan mutiara di Terminal Keberangkatan 2D Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis 22 Februari 2018 kemarin. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah barang bukti dihadirkan saat rilis kasus penyelundupan bibit lobster di Gedung KPU Bea Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Jumat (23/02/2018). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementrian Keuangan, menggagalkan penyelundupan 71.982 ekor benih lobster jenis pasir dan mutiara di Terminal Keberangkatan 2D Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis 22 Februari 2018 kemarin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) melalui dua unit pelaksana teknis (UPT) di Padang melepasliarkan 95.610 benih bening lobster (BBL) di Pantai Manjuto, Nagari Sungai Pinang, Kecamatan XI Koto Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

"BBL yang dilepasliarkan tersebut terdiri dari 300 ekor lobster mutiara dan 95.310 ekor lobster pasir," kata Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Padang, Rudi Barmara, dalam siaran pers, Kamis (4/6/2020).

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang Mudatsir mengatakan, Pantai Manjuto dipilih untuk pelepasliaran karena mempertimbangkan kondisi terumbu karang Sungai Pinang yang tergolong baik dan dikenal sebagai "Raja Ampat-nya" Sumatera Barat.

Baca juga: Kementerian Luhut Janji Awasi Ketat Ekspor Benih Lobster yang Kini Dilegalkan

Di samping itu, terumbu karang memang tempat benih lobster mencari makan dan tempat berlindung dari ombak maupun persembunyian predator.

Lokasi yang dimaksud juga terdapat Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) binaan BPSPL Padang, yakni kelompok Anak Desa Sungai Pinang (Andespin) Deep West Sumatera yang akan memperkuat perlindungan setelah pelepasliaran.

“Mereka bergerak dalam perlindungan dan transplantasi karang sejak tahun 2014. Maka dari itu, pengawasan dan monitoring bisa terlaksana secara berkala. Tak hanya pemudanya, tetapi juga anak-anak mulai dari usia sekolah dasar turut aktif dalam kegiatan menjaga alam di sana," ungkapnya.

Penyelundupan masih marak

Benih lobster yang melimpah di alam ditengarai berpengaruh pada aksi penyelundupan.

Kepala Balai KIPM Jambi, Ade Samsudin mengungkapkan, saat ini terdapat pelabuhan-pelabuhan kecil di Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat yang ditengarai menjadi jalur penyelundupan benih lobster dari Jambi menuju Singapura atau Malaysia.

Untuk itu, Balai KIPM Jambi memperkuat kerja sama dengan berbagai instansi penegak hukum, seperti Polri, TNI, dan kejaksaan. Sepanjang 2020, pihaknya berhasil mengungkap 5 kasus penyelundupan benih lobster.

"Selama 2019 ada 13 kasus dam Januari sampai 1 Juni sudah 5 kali," kata Ade.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X