Pemerintah Mulai Dorong Nelayan untuk Sasar Pasar Online

Kompas.com - 04/06/2020, 15:27 WIB
Ilustrasi ekspor ikan ThinkstockIlustrasi ekspor ikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Safri Burhanuddin mengatakan, permintaan ikan dari luar negeri menurun sekitar 40 persen.

Ini menyebabkan gudang penyimpanan penuh, sehingga membuat perusahaan mengurangi persediaan bahan baku.

Selain itu, pembatasan transportasi dan pekerja di pabrik mengurangi kapasitas penyerapan ikan dari nelayan dan juga pengurangan output produksi sekitar 10 persen.

Baca juga: Lebaran, KKP Bagikan 1.500 Kg Ikan Kembung ke Korem 052

Meski dihadapkan pada suasana tidak menentu, pihaknya mengaku optimis industri perikanan Indonesia bisa segera bangkit dengan menyasar pasar online.

“Kita salah satu negara dengan potensi perikanan yang luar biasa. Memang saat ini kondisi pasar turun, tapi kalau kita memanfaatkan tekonologi, seharusnya tidak masalah. Pasar online luas, kita melihat potensi dari perikanan. Ini peluang yang besar untuk kita manfaatkan bersama,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (4/6/2020).

Selain mengincar pasar online, pemerintah juga terus berupaya membuka pasar ekspor. Deputi Safri mengatakan, pemerintah telah melakukan ekspor ikan ke sejumlah negara meski masih dalam masa pandemi.

“Ekspor ikan kemarin sempat terhenti, sekarang sudah jalan lagi. Ekspor ikan kita selama 2 minggu sampai 3 minggu ini sudah mulai terbuka lagi, karena beberapa negara sudah mulai membuka. Sekitar 40 sampai 60 persen kita sudah mulai ekspor,” katanya.

Baca juga: Erick Thohir Perintahkan Perum Perindo Serap 3.000 Ton Ikan per Bulan

Karena itu, pemerintah sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak agar roda ekonomi nelayan tetap berputar.

Safri menambahkan, pemerintah juga berupaya membuka akses pasar domestik maupun luar negeri agar hasil tangkapan nelayan bisa terserap.

“Tugas pemerintah menjamin kelancaran produk mereka sampai ke pembeli. Jika restoran mulai dibuka awal Juli, kemampuan menyerap pasar itu akan kami beritahukan. Jangan sampai ada ikan yang tidak termanfaatkan atau terbuang,” ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X