Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertamina Beberkan Alasan Indonesian Masih Membutuhkan Impor BBM

Kompas.com - 05/06/2020, 15:53 WIB
Rully R. Ramli,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan, kebutuhan BBM per hari masih jauh lebih tinggi dibandingkan kemampuan produksi per hari dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pertamina masih perlu melakukan impor BBM.

Masih rendahnya kapasitas kilang nasional menjadi alasan utama produksi masih belum mampu memenuhi kebutuhan BBM nasional.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan, sampai saat ini kapasitas produksi kilang terpasang sebesar 1 juta barel per hari, dengan kemampuan produksi maksimal hanya mencapai 850.000 barel per hari.

Baca: Pisah Dengan Aramco, Pertamina Cari Partner Baru Garap Kilang Cilacap

Padahal, angka konsumsi BBM nasional setiap harinya mencapai 1,4 juta barel.

"Artinya hampir 40 persen produk BBM kita harus impor. Ketergantungan impor sangat besar. Kebutuhan kita sekitar 1,3-,1,4 juta barel, tapi tapi kilang kita hanya mampu 850.000 barel, jadi kita harus mengimpor 600.000 barel per hari," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/6/2020).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Lete itu menjelaskan, kilang yang terpasang saat ini menghasilkan BBM lebih sedikit dibandingkan kilang modern dengan jumlah minyak mentag yang sama.

Hal tersebut diakibatkan mayoritas kilang yang sudah berumur.

"Kilang-kilang Pertamina dibangun ada yang 70 tahun, ada yang hampir 100 tahun, terbaru di Balongan tahun 1990, sudah 30 tahun usianya. Daya saingnya dibandingkan kilang modern kurang atau lebih rendah," ujar Lete.

Oleh karenanya, Lete menekankan pentingnya program pembangunan dan pengembangan atau Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang, agar produksi BBM dapat memenuhi permintaan dalam negeri.

Dengan proyek RDMP di 5 kilang yang ada saat ini dan pembangunan kilang di Tuban, Jawa Timur, Pertamina memproyeksikan kemampuan produksi BBM dapat mencapai 1,8 juta barel per hari.

"Kita perlu membangun atau meningkatkan kapasitas kilang kita," ucap Lete.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Asosiasi Vape Klaim Tembakau Alternatif Alih Kebiasaan Merokok

Asosiasi Vape Klaim Tembakau Alternatif Alih Kebiasaan Merokok

Whats New
Prabowo Minta Saran untuk Pilih Dirjen Pajak, Erick Thohir Mengaku Kaget

Prabowo Minta Saran untuk Pilih Dirjen Pajak, Erick Thohir Mengaku Kaget

Whats New
Krakatau Posco Bantu Kembangkan SDM Unggul Industri Baja

Krakatau Posco Bantu Kembangkan SDM Unggul Industri Baja

Whats New
Kedapatan 'Illegal Fishing,' KKP Tangkap Kapal Asing Berbendera Malaysia di Selat Malaka

Kedapatan "Illegal Fishing," KKP Tangkap Kapal Asing Berbendera Malaysia di Selat Malaka

Whats New
Terapkan Tarif Dinamis, Kereta Cepat Whoosh Layani 2 Juta Penumpang

Terapkan Tarif Dinamis, Kereta Cepat Whoosh Layani 2 Juta Penumpang

Whats New
Kemenkop UKM Gelar Inabuyer Expo Mei 2024, Targetkan Kerja Sama UMKM hingga Rp 2 Triliun

Kemenkop UKM Gelar Inabuyer Expo Mei 2024, Targetkan Kerja Sama UMKM hingga Rp 2 Triliun

Whats New
Bumi Resources dan Anak Usaha Lakukan Reklamasi Lahan Pascatambang di Kalsel dan Kaltim

Bumi Resources dan Anak Usaha Lakukan Reklamasi Lahan Pascatambang di Kalsel dan Kaltim

Whats New
Luhut: Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023 Serap 1,82 Juta Tenaga Kerja

Luhut: Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023 Serap 1,82 Juta Tenaga Kerja

Whats New
Pelaku Usaha: Industri Kripto RI Tidak dalam Posisi Sehat

Pelaku Usaha: Industri Kripto RI Tidak dalam Posisi Sehat

Whats New
Induk Shopee dan SeaBank Cetak Laba untuk Pertama Kali

Induk Shopee dan SeaBank Cetak Laba untuk Pertama Kali

Whats New
Klaim Asuransi Tumbuh 10,5 Persen, Allianz Life Sebut Ada Overutilisasi dari Rumah Sakit

Klaim Asuransi Tumbuh 10,5 Persen, Allianz Life Sebut Ada Overutilisasi dari Rumah Sakit

Whats New
Harga Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar, Indodax: Memicu Lahirnya 'OKB'

Harga Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar, Indodax: Memicu Lahirnya "OKB"

Whats New
Sri Mulyani Pastikan THR PNS, TNI-Polri Cair 100 Persen

Sri Mulyani Pastikan THR PNS, TNI-Polri Cair 100 Persen

Whats New
Brantas Abipraya Buka Lowongan Kerja Management Trainee, Simak Syaratnya

Brantas Abipraya Buka Lowongan Kerja Management Trainee, Simak Syaratnya

Work Smart
Kemenhub Kaji Kenaikan Tarif KRL, Pengamat Berikan 5 Catatan

Kemenhub Kaji Kenaikan Tarif KRL, Pengamat Berikan 5 Catatan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com