Bos BI "Pede" Indonesia Bisa Lolos dari Resesi Ekonomi

Kompas.com - 05/06/2020, 20:56 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Kantor BI, Jakarta. Dokumentasi Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Kantor BI, Jakarta.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis Indonesia bisa terhindar dari resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Kepercayaan diri Perry bukan tanpa alasan. Menurutnya dalam memproyeksi perhitungan pertumbuhan ekonomi, pihaknya telah mempertimbangkan kondisi di dalam negeri hingga kondisi global.

Dia bilang, bank sentral telah memperkirakan periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hanya berlangsung selama 2,5 bulan hingga pertengahan Juni mendatang.

Baca juga: Erick Thohir Angkat Budi Harto Jadi Dirut Hutama Karya

"Waktu membuat proyeksi ekonomi kami sudah memperkirakan bahwa Periode PSBB yang ketat itu memang cuma 2,5 bulan. Setelah itu secara bertahap dibuka sedikit-sedikit sampai kemudian dalam waktu triwulan II," ujar Perry dalam konferensi video, Jumat (5/6/2020)

Dari situ, bank sentral memasang target ekonomi RI bisa tumbuh 2,3 persen hingga akhir tahun. Namun target itu bisa saja berubah mengingat pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I-2020 hanya 2,97 persen.

Dia pun menyatakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 mendatang akan lebih tertekan dibanding kuartal I-2020. Namun pada kuartal III dan kuartal IV, pertumbuhan akan berangsur naik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harapannya bisa mendekati 2,3 persen. Tapi tentu saja kami harus lihat lagi berbagai indikator pada waktunya," ungkap dia.

Baca juga: Dana Haji Dipakai untuk Stabilitas Rupiah, Ini Kata Gubernur BI

Sebelumnya diberitakan, bank sentral telah memprediksi pertumbuhan ekonomi RI perkuartalan dalam berbagai skenario hingga skenario terberat.

Adapun skenario berat merupakan hasil pembahasan bersama antara BI, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah.

Saat itu, pihaknya mengumpulkan data dan beragam informasi, salah satunya dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang disampaikan Sri Mulyani kepadanya.

"Berdasarkan info dari satgas diperkirakan memang puncak covid-19 mencapai Juni-Juli. Sebelumnya masa darurat 29 Mei. Itu mendasari skenario berat, yang menghasilkan 2,3 persen pertumbuhan 2020," kata Perry.

Baca juga: Ikut Program Tapera, Ini Besaran Bunga KPR yang Ditawarkan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X