Dampak Covid-19, Omzet Warteg di Bawah 50 Persen

Kompas.com - 08/06/2020, 08:44 WIB
Ilustrasi warteg KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAIlustrasi warteg

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komunitas Warteg Nusatara (Kowantara) Mukroni menuturkan omzet para pelaku usaha warteg saat ini masih di bawah 50 persen dari biasanya.

"Masih berat ya sekarang, Rata-rata ya penjualan omzet masih di bawah Rp 500.000 sehari untuk warteg kelas menengah. Mungkin warteg besar yang biasa omzet sampai Rp 3 juta, sekarang masih Rp 1 jutaan, belum ada 50 persem malah," kata Mukroni seperti dilansir Kontan.co.id, Senin (7/6/2020).

Mukroni mengungkapkan kemungkinan hari ini, 60 persen hingga 70 persen anggota Kowantara yang ada di Jabodetabek mulai kembali berjualan. Meski demikian sebelumnya memang sudah ada beberapa pelaku usaha warteg yang tetap berjualan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Sudah ada anggota Kowantara yang sudah mulai jualan setelah lebaran, yaitu mereka-mereka yang nggak mudik ya. Sekarang sudah mulai aktivitas lumayan 60-70, persen. Tapi penjualan masih sepi, meski mulai ada transportasi mulai jalan, ya ada tapi sedikit masih pemasukan," ucap Mukroni.

Baca juga: Omzet Turun, Pedagang Jamu: Orang Sudah Tak Peduli Corona

Menyambut era new normal Mukroni juga menyebut bahwa para pelaku usaha warteg siap dengan protokol kesehatan berusaha yang ditentukan. Bahkan penerapan protap pencegahan penyebaran Covid-19 sudah dilakukan pelaku usaha warteg.

"Sudah ada wastafel kita bisa sediakan. Jaga jarak, kan yang makan dikit belum ramai jadi ngga penuh juga. Jaga kebersihan tentu dilakukan," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun Mukroni meminta adanya kebijakan dari pemerintah untuk memfasilitasi penyemprotan disinfektan secara berkala ke tempat usaha mereka.

"Kami wartegkan sederhana alatnya, nah kami minta ada bantuanlah buat penyemprotan disifektan, misal dijadwalkan bantuan penyemprotan kami bisa nanti. Kalau wastafel masih bisa tapi kalau penyemprotan disinfektan bisa difasilitasi sama pemerintah agar pelaksanaan new normal bisa berjalan dengan maksimal," terang Mukroni.

Baca juga: Bermodal Rp 300.000 Pebisnis Strawberry Beku Raup Omzet Rp 2 Juta Per Hari

Selain itu, Mukroni juga berharap adanya giat kerja sama pemerintah atau swasta dengan para pelaku usaha warteg. Ia menerangkan daya beli masyarakat kini tergolong masih rendah, maka ia berharap ada kegiatan baik itu aksi sosial atau sejenisnya dari pemerintah dan swasta yang bekerjasama dengan usaha warteg.

"Sama berharap ada bantuan modal dengan bunga rendah. Bagaimanapun kan kami harus tetap berjalan usahanya. Semoga ada giat charity atau apa dari perusahaan atau pemerintah yang pesan di UMKM warteg dan lainnya. Jadi saling bantu kerja sama," jelasnya. (Ratih Waseso)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kowantara: Omzet Warung Tegal (warteg) saat ini di bawah 50% akibat Covid-19



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

Whats New
Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Semester I 2021, Astra Graphia Bukukan Pendapatan Bersih Rp 1,25 Triliun

Rilis
SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

SIDO Mau Bagikan Saham Bonus, Ini Cara Mendapatkannya

Earn Smart
Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Pendaftaran Program Magister Terapan STIP Jakarta Ditutup, Ada 2.710 Peminat

Rilis
Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Passing Grade CPNS 2021 Diumumkan Besok

Work Smart
[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | 'Harga Teman', Komponen Harga yang Masih Misteri

[TREN EKONOMI KOMPASIANA] Menata Ulang Kerja Hybrid | "Harga Teman", Komponen Harga yang Masih Misteri

Rilis
Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Sektor Ketenagalistrikan Indonesia Sumbang 14 Persen Emisi, PLN: Terendah di ASEAN

Whats New
Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Tak Sampai Setahun, Bankir Jerry Ng Jadi Orang Terkaya Nomor 5 di Indonesia

Whats New
Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Mengenal Perbedaan Gejala yang Ditimbulkan Varian Delta dan Delta Plus

Whats New
BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

BTN Targetkan NPL Turun ke 3,9 Persen di Akhir Tahun

Whats New
IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

Whats New
Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Tahun Ini BTN Bakal Tutup 29 Kantor

Whats New
Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Whats New
Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi Digital Bank Danamon Capai 81 Persen

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Menjadi Leader Berkarakter | Lingkungan Kerja yang Toxic | Sunk Cost Fallacy, Masa Lalu Memperburuk Keputusan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X