Kompas.com - 08/06/2020, 13:55 WIB
Alandio Ruldi meracik kopi di kedai kopi Nyambi Ngopi di Kukusan, Depok, Sabtu (18/4/2020). Untuk memerkecil resiko kerugian dan bertahan di tengah pandemi wabah Covid-19, Nyambi Ngopi bersiasat menjual produk kopi literan. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOAlandio Ruldi meracik kopi di kedai kopi Nyambi Ngopi di Kukusan, Depok, Sabtu (18/4/2020). Untuk memerkecil resiko kerugian dan bertahan di tengah pandemi wabah Covid-19, Nyambi Ngopi bersiasat menjual produk kopi literan.

Ada kopi susu satu liter, kopi susu setengah liter, dan kopi susu seperempat liter. Harganya mulai dari Rp 23.000 sampai Rp 75.000. “Kebanyakan pembeli memesan kopi susu setengah dan satu liter,” pungkasnya.

Selain Hendrawan yang menangkap peluang manis tersebut, ternyata Willawati, pemilik kedai kopi Bukanagara Coffee di Jakarta juga tak menjual kopi dalam kemasan gelas lagi. “Sejak April, kami hanya menjual kopi dalam botol 500 dan 1000 mililiter,” sebut Willawati.

Meski kedai sepi pengunjung, dan hanya menjual kopi dalam botol, Willawati mengaku tak merugi. Buktinya, dalam sehari dirinya bisa menjual 10 sampai 50 liter.

Baca juga: New Normal, PNS Kerja dari Rumah hingga 5 Jam Kerja

Harga yang dibanderol untuk cold brew buatannya yaitu Rp 150.000 sampai Rp 230.000. Sehingga dia memperkirakan omzet per bulan mencapai Rp 50 juta sampai Rp 100 juta.

Dengan capaian tersebut, Willawati mengaku mendapat marjin sebesar 50 persen setiap bulannya. Dan kalau ditanya balik modalnya, Willawati bilang kurun waktunya cepat, hanya tujuh bulan.

Raihan marjin manis rupanya dirasakan juga oleh Aditya Kristianto, pemilik Kopi Samarata. Semenjak menjual kopi literan awal Maret lalu, permintaan yang datang cukup banyak. Setidaknya dalam sehari, Aditya bisa menjual 8-15 botol kopi literan seharga Rp 75.000 sampai Rp 85.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Daftar Relawan Jokowi Saat Pilpres di Kursi Komisaris BUMN Karya

Menunya pun beragam, mulai dari es kopi sama aren dan es kopi sama rum. Dalam sebulan Aditya bisa meraih omzet Rp 12 juta sampai Rp 20 juta. “Marjinnya sekitar 50 persen. Berkat penjualannya menggunakan sosial media instagram dan e-commerce,” tandas Adit kepada Kontan.co.id, Jumat (5/6/2020).

Secara umum, kata Aditya, usaha ini sangat mudah dilakukan dari rumah. Sehingga tak heran, kemasan literan laris manis untuk diperjualbelikan para pelaku usaha kedai kopi. Termasuk juga Panji Maulana Aditya, pemilik kedai kopi Suasana Kopi, Jakarta.

Semenjak menjual kopi literan pada Maret lalu, Panji mengatakan mampu menjual 150 sampai 200 botol per hari. Untuk satu botol ukuran 500 militer dibanderol dengan harga Rp 65.000. Dia membocorkan marjin yang diterima sekitar 35 persen.

“Hampir 90 persen penjualan didominasi kopi dalam botol. Ya, karena mudah dibawa dan bisa disimpan dalam kulkas,” beber Panji. (Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto)

Baca juga: Penanganan Lumpur Lapindo Sedot Rp 239,7 Miliar Pada 2020

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Menenggak laba dari kopi literan yang tengah hits

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.