Startup Ini Ciptakan Metode Deteksi Dini Covid-19

Kompas.com - 08/06/2020, 15:43 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) mengapresiasi perusahaan rintisan ( startup) Neurabot, sebagai pengembang data mining platform terpusat bagi data pasien Covid-19 yang telah teridentifikasi.

Perusahaan ini menjadi bagian dari gugus tugas kecerdasan buatan dan teknologi informasi (Task Force AI & TI) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Neurabot yang turut berkontribusi dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (8/6/2020).

Baca juga: New Normal, UMKM dan Startup Bakal Diuntungkan?

Neurabot, yang merupakan finalis program Startup 4 Industry yang diinisiasi Kemenperin pada tahun 2018, bersama pakar kecerdasan buatan (AI) dan akademisi bidang AI di Indonesia juga bertugas untuk mengembangkan penerapan teknologi deep learning pada pemeriksaan CT-scan paru-paru, serta foto polos dada (X-Ray).

Teknologi ini merupakan salah satu modalitas deteksi cepat kasus Covid-19 dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, sehingga dapat membantu pengambilan keputusan klinis dalam pandemi saat ini.

Gati juga menjelaskan, Neurabot adalah startup yang mendapatkan hak cipta di bidang Platform Laboratorium Pemrosesan Citra Digital dengan Teknologi Artificial Intelligence.

“Algoritma AI merupakan salah satu kekayaan intelektual bagi startup yang harus dilindungi. Klinik HKI kami telah memfasilitasi hak cipta dan mereknya,” katanya.

Baca juga: 4 Hal agar Bisnis Startup Tetap Eksis di Tengah Pandemi Covid-19

Sebelumnya, Neurabot juga telah menyabet penghargaan saat mewakili Indonesia dalam beberapa kompetisi internasional, antara lain Asia Hardware Battle 2018, Best AI/Machine Learning dan HealthTech Startup pada ajang Rice Bowl StartUp Awards 2018, Indonesia.

“Kami harap Neurabot semakin berkembang dan menjadi penyedia teknologi AI di sektor kesehatan sehingga dapat menjadi akselerator implementasi industri 4.0,” tambahnya.

Gati menambahkan, penumbuhan pelaku startup teknologi menjadi bagian langkah prioritas Kemenperin untuk mempercepat transformasi menuju industri 4.0.

Sementara itu Founder & CEO Neurabot, Indarto menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi dalam penggunaan teknologi yang dikembangkan adalah mayoritas rumah sakit rujukan Covid-19 masih menggunakan pemeriksaan foto polos dada (x-ray).

Baca juga: Jeff Bezos Investasi Rp 217 Miliar Pada Startup Pengiriman Barang

Foto X-Ray memiliki sensitivitas lebih rendah dibanding CT-scan paru dosis rendah (LDCT) dalam mendeteksi gambaran perubahan struktur paru pasien.

“Meski demikian, Neurabot bersama pakar AI yang tergabung dalam gugus tugas ini akan tetap berupaya mengolah seluruh sumber data yang ada, termasuk data foto polos dada dan data klinis sebagai penguat untuk menghasilkan solusi identifikasi dini berbasis AI dengan tepat dan cepat,” katanya.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X