Survei: 80 Persen Peserta Kartu Prakerja adalah Pengangguran

Kompas.com - 08/06/2020, 19:36 WIB
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah membuka gelombang kedua pendaftaran program yang bertujuan memberikan keterampilan untuk kebutuhan industri dan wirausaha itu mulai Senin ini hingga dengan Kamis (23/4/2020) melalui laman resmi www.prakerja.go.id. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRAWarga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah membuka gelombang kedua pendaftaran program yang bertujuan memberikan keterampilan untuk kebutuhan industri dan wirausaha itu mulai Senin ini hingga dengan Kamis (23/4/2020) melalui laman resmi www.prakerja.go.id. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei yang dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menujukkan mayoritas penerima manfaat program Kartu Prakerja merupakan pengangguran.

Ekonom TNP2K Elan Satriawan menjelaskan, sebanyak 80,8 persen peserta Kartu Prakerja pada saat mendaftar dan melakukan pelatihan berada dalam posisi todak memiliki pekerjaan.

"Saya kira kamau bicara masalah sasaran walau ini terbuka untuk semua, namun apa yang kita lihat dari dominasi penganggur yang menerima Prakerja bisa terlihat program ini tepat sasaran," jelas Elan dalam konferensi video, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 4 Tidak Lama Lagi Akan Rilis...

Lebih lanjut Elan menjelaskan, para peserta yang merupakan pengangguran tersebut sebagian besar di bulan Januari lalu masih bekerja atau memiliki usaha.

Rinciannya, sebanyak 55 persen masih bekerja sementara 7 persen lainnya menjalankan usaha.

Adapun sebanyak 37 persen lainnya memang sudah menganggur dari bulan Januari lalu.

"Sebagian besar penerima manfaat tersebut melaporkan, mereka terpengaruh Covid-19, di PHK, dirumahkan, dan sebagainya," jelas Elan.

Dari aspek usia, dia menjelaskan, sebagian besar peserta penerima manfaat Kartu Prakerja berusia 18 sampai 25 tahun dengan persentase mencapai 48 persen. Kemudian untuk kisaran usia 26 tahun hingga 35 tahun sebesar 38 persen.

Baca juga: Anggota DPR Ini Beri 5 Catatan Evaluasi untuk Program Kartu Prakerja

Padahal, Elan menjelaskan, usia peserta program Kartu Prakerja cukup variatif mulai dari 18 tahun hingga 68 tahun.

"Ini agak mirip dengan tingkat pengangguran nasional, penganggur muda mendominasi," jelas Elan.

Adapun dari segi latar belakang pendidikan ia memaparkan, pendidikan terakhir para peserta Kartu Prakerja sebagian besar adalah setara SMA dan SMK dengan persentase 60 persen, dan S1 sebesar 25,2 persen, dan pendidikan lain di bawah 5 persen.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X