New Normal, Pemerintah Percepat Buka Aktivitas Tambang, Konstruksi, dan Perkebunan

Kompas.com - 08/06/2020, 20:15 WIB
Ilustrasi tambang. KOMPAS/ALIF ICHWANIlustrasi tambang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemenko Kemaritiman dan Investasi akan segera membuka aktivitas di sektor pertambangan, perkebunan, dan konstruksi guna mempercepat realisasi investasi di Indonesia.

"Sektor pertambangan adalah salah satu sektor yang dibuka terlebih dahulu oleh pemerintah. Kita juga siapkan sektor konstruksi, sebab sektor ini mendatangkan investasi cukup besar. Ada LRT, kereta cepat Jakarta-Bandung. Kalau proses konstruksinya tidak jalan maka ini bisa menghambat," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (8/6/2020).

Terkait pembukaan kembali sektor pertambangan dan sektor konstruksi, kementerian terkait telah menyiapkan protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh para pekerja di kedua sektor tersebut.

Baca juga: Holding BUMN Pertambangan Terbitkan Surat Utang Global Senilai Rp 37,5 Triliun

Lebih lanjut, Deputi Seto mengatakan, pembukaan kembali sektor pertambangan dan konstruksi akan dilakukan bertahap sesuai dengan kondisi perkembangan kasus Covid-19 di suatu daerah.

"Kita akan lihat daerah per daerah. Daerah mana yang kasus covid-nya sudah terkendali. Kita akan mengikuti acuan tersebut," katanya.

Seto berpesan agar setiap pemangku kepentingan di tiap sektor ekonomi secara ketat mengawasi penerapan protokol kesehatan. Hal ini perlu dilakukan agar gelombang kedua penyebaran Covid-19 tidak terjadi di Indonesia.

Baca juga: Holding BUMN Perkebunan Targetkan Produksi 1 Juta Ton Gula

"Soal pengawasan protokol kesehatan, saya menilai tingkat kedisiplinan masyarakat dalam memakai masker sudah tinggi. Mungkin tinggal physichal distancing dan cuci tangan. Nanti tinggal tingkat kedisiplinan sektor usahanya mengingatkan karyawan atau customer yang datang agar mematuhi protokol mereka," katanya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mempersilahkan sembilan sektor ekonomi untuk dibuka kembali di masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal.

Adapun sembilan sektor yang ditetapkan untuk dibuka kembali meliputi pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi barang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X