Survei: Dana Kartu Prakerja Sebaiknya Dialokasikan untuk Sembako dan BLT

Kompas.com - 09/06/2020, 15:20 WIB
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah membuka gelombang kedua pendaftaran program yang bertujuan memberikan keterampilan untuk kebutuhan industri dan wirausaha itu mulai Senin ini hingga dengan Kamis (23/4/2020) melalui laman resmi www.prakerja.go.id. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRAWarga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah membuka gelombang kedua pendaftaran program yang bertujuan memberikan keterampilan untuk kebutuhan industri dan wirausaha itu mulai Senin ini hingga dengan Kamis (23/4/2020) melalui laman resmi www.prakerja.go.id. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Jajak pendapat yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa 38,7 persen responden tidak setuju dana kartu prakerja digunakan untuk pelatihan daring (online).

Dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020) Indikator Politik Indonesia juga menunjukkan responden yang setuju hanya sebesar 4,5 persen.

"Sebagian besar tidak setuju sebagian dana di kartu prakerja digunakan untuk pelatihan online, 48,9 persen," ujar Indikator berdasarkan hasil temuan survei dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).

Baca juga: Survei: 80 Persen Peserta Kartu Prakerja adalah Pengangguran

Responden mengusulkan, dana program kartu prakerja sebesar Rp 5,6 triliun tersebut sebaiknya disalurkan kepada yang membutuhkan berupa bantuan sembako atau bantuan uang tunai.

Warga yang memilih bantuan sembako sebesar 34,0 persen, sedangkan bantuan uang tunai sebesar 32,3 persen.

Sisanya, memilih dana kartu prakerja dimanfaatkan pelatihan praktek secara langsung, bukan teori melalui online sebesar 11,5 persen.

"Yang tidak setuju menilai pembagian sembako dan bantuan tunai bagi yang membutuhkan lebih bermanfaat ketimbang untuk pelatihan online," tulis lembaga tersebut.

Survei dari Indikator Politik Indonesia ini menggunakan kontak telpon kepada respondennya karena situasi kondisi pandemi virus corona (Covid-19).

Hasil survei yang berhasil dihubungi sebanyak 1.200 orang dan dipilih secara acak dari data yang pernah ditemui secara langsung sebelum wabah rentang Maret 2018-Maret 2020.

Sebanyak 206.983 responden yang terdistribusi secara acak di seluruh nusantara pernah diwawancarai secara langsung kurun waktu dua tahun terakhir.

 

Baca juga: Beberapa Alasan yang Membuat Gagal Lolos Seleksi Kartu Prakerja

Sekitar 70 persen mencantumkan nomor telpon. Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelpon 5.408 data, namun yang berhasil dihubungi 1.200 responden sejak 16-18 Mei 2020.

Sebagai informasi, hingga saat ini terdapat 680.265 pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta gelombang I hingga III. Pemerintah mulai berencana membuka pendaftaran gelombang IV peserta kartu prakerja tidak lama lagi.

Pemerintah menargetkan 5,6 juta peserta bisa menerima menfaat dari Kartu Prakerja, dengan anggaran sebesar Rp 20 triliun hingga akhir tahun. Dari anggaran tersebut, setiap peserta mendapat insentif totalnya sebesar Rp 3.550.000.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X