Kompas.com - 09/06/2020, 17:48 WIB
SPBU British Petroleum (BP) Serpong, resmi dibuka. stanlySPBU British Petroleum (BP) Serpong, resmi dibuka.

LONDON, KOMPAS.com - Perusahaan minyak asal Inggris British Petroleum (BP) mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10.000 pegawainya.

Ini menyusul anjloknya permintaan minyak global akibat pagebluk virus corona.

Dilansir dari BBC, Selasa (9/6/2020), BP telah menunda pemangkasan jumlah pegawai saat pandemi virus corona mencapai puncaknya.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Renault PHK 14.600 Karyawan

Namun, BP menyatakan kepada pegawai pada awal pekan ini bahwa pemangkasan jumlah pegawai sebanyak 15 persen di seluruh dunia akan dilakukan hingga akhir tahun ini.

Pihak BP tidak menjelaskan secara rinci terkait jumlah pegawai yang akan dirumahkan di Inggris, namun kabarnya hampir 2.000 orang.

CEO BP Bernard Looney menyatakan, pemangkasan jumlah pegawai dilakukan lantaran anjloknya harga minyak dunia.

"Harga minyak telah anjlok ke bawah level yang kita butuhkan untuk kembali mencetak laba. Kita mengeluarkan (uang) jauh lebih banyak dari yang kita dapatkan. Saya bicara tentang jutaan dollar AS, setiap hari," ujar Looney dalam e-mail yang dikirimkan kepada para pegawai.

Baca juga: PHK di Industri Penerbangan Bisa Dihindari, jika...

Banyak pemerintahan negara di seluruh dunia meminta warganya tetap di rumah dan tidak bepergian. Ini menyababkan merosotnya permintaan akan minyak.

Imbasnya, harga minyak anjlok hingga ke level tak sampai 20 dollar AS per barrel pada puncak krisis virus corona. Padahal, pada awal tahun ini, harga minyak dunia masih berada pada level 66 dollar AS per barrel.

Kondisi ini pun membuat industri migas berdarah-darah.

Saat ini BP mempekerjakan 15.000 orang pegawai di Inggris saja. Dikabarkan, sebagian besar PHK akan berdampak pada para pegawai yang bekerja di kantor.

Baca juga: Pengakuan Susi Pudjiastuti: Susi Air Harus PHK Karyawan Akibat Pandemi

"Membuat BP menjadi perusahaan yang lebih ramping, dapat berlari kencang, dan menghasilkan karbon yang lebih rendah selalu menjadi bagian dari rencana," ujar Looney.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X