Dua Industri Ini Dinilai Butuh Dua Tahun untuk Pulih dari Dampak Pandemi Covid-19

Kompas.com - 09/06/2020, 20:34 WIB
Sunset di Bandara Ngurah Rai Shutterstock/I Gede Arya Wisnu KarsanaSunset di Bandara Ngurah Rai
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede menyampaikan, industri penerbangan dan perhotelan tidak akan cepat pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Menurut dia, setidaknya kedua industri tersebut membutuhkan waktu satu hingga dua tahun untuk bisa pulih dan beroperasi normal.

"Di industri airline tentu mungkin tidak langsung penuh satu pesawat akan berkurang dengan jarak-jarak yang dibuat," jelas dia dalam video conference, Selasa (9/6/2020).

Baca juga: Imbas Corona, Setoran Dividen BUMN Diperkirakan Anjlok

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pembatasan jumlah penumpang tersebut bakal berdampak pada pendapatan maskapai yang bersangkutan. Di tambah lagi, pasca Covid-19 terdapat banyak protokol yang harus dipenuhi oleh penumpang untuk melakukan perjalanan.

Hal itu bisa membuat masyarakat harus berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan dengan pesawat.

"Jadi dugaan saya ini khusus untuk industri yang berkaitan dengan pariwisata atau hospitality itu akan lebih panjang," tandas dia.

Meskipun demikian, dia mengatakan terdapat beberapa sektor yang mencatatkan pertumbuhan di tengah pandemi. Salah satunya adalah industri kesehatan.

Baca juga: Erick Thohir Ingin Gabungkan PT Angkasa Pura I dan II

Menurut Raden, di tengah kondisi tatanan baru masyarakat Indonesia tidak lagi bisa bergantung atau mengandalkan industri kesehatan di luar negeri. Sebab, berkaca pada saat belum adanya Covid-19, banyak masyarakat yang melakukan pengobatan hingga keluar negeri, baik Singapura dan juga Malaysia.

"Industri kesehatan ini kelihatannya kita harus mengandalkan diri sendiri. Kita enggak bisa sekarang punya uang pun saya ya tidak akan bisa diterima pergi ke Singapura atau ke Malaysia oleh karena itu ini kesempatan untuk menjadi andalan kita karena kita harus mengembangkan ini, industri kesehatan ini menjadi besar-besaran untuk kita bisa membangun," kata dia.

Selain itu, industri farmasi dan alat kesehatan juga menjadi andalan pemerintah di era tatanan kenormalan baru. Mengingat kesadaran masyarakat akan kesehatan akan meningkat.

Baca juga: Siap-siap, Dana dan Lazada Bakal Tebar Diskon 50 Persen

Bahkan berdasarkan perhitungannya, peningkatan belanja rumah tangga untuk alat kesehatan berpotensi meningkat hingga Rp 1 triliun.

Selain itu industri yang tidak kalah penting bisa menopang di tatanan kenormalan baru lainnya adalah industri online. Sebab pandemi covid-19 membuat pola konsumsi masyarakat bergesar dari offline ke online.

"Industri ini harus kita kembangkan pemerintah harus mendukung ini jadi penjualan lewat online untuk industri UMKM kita menjadi penting sekali kemampuan mereka masuk di dalam penjualan online juga transaksi menjadi online ini menjadi penting sekali. Kita lihat the new normal ini melahirkan industri-industri yang beradaptasi dengan situasi yang baru," jelasnya.

Baca juga: Mulai 12 Juni, KRL Bisa Angkut 75 Penumpang per Gerbong



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X