Kapasitas Angkut Naik 70 Persen, Bagaimana Susunan Kursi Garuda Indonesia?

Kompas.com - 10/06/2020, 10:09 WIB
Pramugari menunjukkan kabin pesawat terbaru Garuda Indonesia A330-900 NEO saat peluncuran di hanggar 2 GMF Aero Asia, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/11/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPramugari menunjukkan kabin pesawat terbaru Garuda Indonesia A330-900 NEO saat peluncuran di hanggar 2 GMF Aero Asia, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan penerbangan plat merah Garuda Indonesia (GIAA) akan mempertahankan susunan kursi setelah diberikan keleluasaan untuk menambah kapasitas angkutan sampai dengan 70 persen dari total maksimum pesawat. Sebelumnya Kementerian Perhubungan menerapkan batas angkut 50 persen.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, saat ini susunan kursi masih sama, yakni 3-3. Namun, masih ada beberapa pembahasan terkait dengan penumpang yang berangkat membawa anak, apakah akan diberlakukan sosial / physical distancing atau tidak.

“Kita akan memprtahankan kursi 3-3, yang ditengahnya kosong. Tapi, kita lagi diskusikan apakah suami istri bawa anak akan duduk seberangan atau giamna akan kita bicarakan. Kalau anak kecil dipisahkan kan nanti repot,” kata Ifran dalam video conference, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: Kapasitas Penumpang Diperbesar, Harga Tiket Garuda Indonesia akan Naik?

Sembari melontarkan candaan, Irfan menyabut kondisi kursi dengan sosial / physical distancing memang tidak ramah bagi penumpang untuk berdekatan dari mulai berangkat hingga sampai tujuan destinasi.

“Tapi memang skema tempat duduk baru ini tidak memungkinkan bagi orang yang lagi PDKT, karena saat ini kalau berdekatan dianggap suatu kejahatan, oke lah kita terima sampai nanti situasinya membaik,” candanya.

Sementara, upaya menghadirkan penerbangan masa kini yang berstandar protokol Covid-19 dianggap menjadi sebuah konsern Garuda Indonesia kedepannya. Sehingga, wajar saja jika harga tiket Garuda Indonesia lebih mahal dari penerbangan lainnya.

“Kita mencoba memahami behaviour penumpang kita yang kini mementingkan kesehatan. Kita enggak jamin Anda sehat tapi kita jamin Anda aman dan nyaman. Kan rasa aman dan nyaman jaman dulu dan hari ini beda. Ini akan kita jadikan kompetitif dan Garuda konsern dengan itu, makanya agak mahal dibanding yang lain,” ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X