KILAS

GrabBike Protect, Upaya Grab Menjamin Keamanan Ngojek di Era New Normal

Kompas.com - 10/06/2020, 17:03 WIB
Para mitra pengemudi Grab dibekali alat pelindungi GrabBike Protect. Alat ini merupakan partisi plastik yang dirancang untuk meminimalkan terjadinya kontak antara penumpang dengan pengemudi. DOK. GRABPara mitra pengemudi Grab dibekali alat pelindungi GrabBike Protect. Alat ini merupakan partisi plastik yang dirancang untuk meminimalkan terjadinya kontak antara penumpang dengan pengemudi.
|

Adhitya mengaku, sejak adanya GrabBike Protect ini, penumpang yang ia bawa malah sering buka obrolan. 

“Kadang obrolan basa-basi, kadang juga malah tanya-tanya fungsi ini itu. Saya sih senang-senang saja menjawabnya. Dulu sebelum pakai ini, beberapa penumpang seringnya jaga jarak pas di motor. Sekarang mereka merasa lebih aman kalau ngobrol sama saya,” terangnya.

Baca juga: Hotel dan Restoran di Yogyakarta Bisa Buka, asal Terapkan Protokol Kesehatan

Soal kecepatan berkendara, Adhitya tak menemui masalah ketika menggunakan GrabBike Protect, apalagi dalam kondisi membawa penumpang.

Sebaliknya, alat ini justru mengingatkan dirinya untuk selalu berkendara dalam kecepatan aman.

“Bentuknya sudah dirancang aerodinamis sehingga tetap aman digunakan dalam kecepatan normal, yaitu 60-90 kilometer per jam,” katanya.

Namun, ada hal menggelitik di balik penggunaan GrabBike Protect ini. Adhitya mengungkapkan, dirinya sempat menjadi bahan guyonan dan pusat perhatian orang-orang di jalan ketika pertama kali menggunakan alat pelindung diri tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cegah Penularan Virus di Masa New Normal, Grab Pasang Partisi Plastik di Setiap Armada

Kowe iki koyo Gatot Kaca (kamu ini seperti Gatot Kaca),” kata Adhitya menirukan salah satu candaan yang ia terima.

Terkait new normal di Yogyakarta, Adhitya menuturkan, persiapannya memang sedikit beda dari kota-kota besar lainnya.

“Yogyakarta enggak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Hanya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Ojek online masih diperkenankan mengangkut penumpang dan beroperasi di jalan-jalan untuk mengais rezeki,” tuturnya.

Soal kecepatan berkendara, Adhitya mengaku tak ada kendala saat menggunakan GrabBike Protect ini. Pasalnya, alat ini sudah dirancang aerodinamis sehingga aman digunakan dalam kecepatan normal, yaitu 60-90 kilometer per jam.

Baca juga: Luncurkan GrabProtect, Grab Kenalkan Fitur Deklarasi Kesehatan Online dan Mask Selfie

Ke depan Grab akan terus melakukan berbagai program keamanan dan kebersihan untuk memberikan standar kebersihan terbaik di industri ride-hailing melalui serangkaian fitur baru, peningkatan armada GrabCar Protect dan GrabBike Protect, serta pembaruan aturan keamanan.

Selain itu, ada juga program mask selfie yang memungkinkan penumpang atau pengemudi dapat membatalkan pesanan perjalanan apabila persyaratan masker tidak dipenuhi.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.