Kompas.com - 12/06/2020, 07:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat banyak perusahaan di Indonesia menerapkan kebijakan work from home (WFH) atau kerja dari rumah bagi para pegawainya.

Akan tetapi, jauh sebelum virus corona merebak, sudah ada tren pola kerja remote working bagi para pegawai, termasuk pekerja freelance.

Lalu, apa perbedaan WFH dengan remote working, lantaran keduanya sama-sama bekerja dari luar kantor?

Baca juga: Cek 5 Tanda Ini untuk Ketahui Apakah Produktif saat WFH

CEO Campaign.com William Gondokusumo mengatakan, pada prinsipnya WFH dan remote working sama, yaitu melakukan pekerjaan yang tidak berada di kantor perusahaan alias di mana saja. 

Namun demikian, William juga menjelaskan beberapa perbedaan antara keduanya.

"Perbedaan paling kontras itu terletak pada waktunya. WFH jam kerjanya sama persis dengan jam kerja di kantor, hanya saja lokasi pengerjaannya tidak lagi berada di kantor. Sementara kalau Working Remote itu waktunya fleksibel, kapanpun bisa dilakukan pekerjaan tersebut," ujarnya saat bincang-bincang campaign yang disiarkan secara virtual, Kamis (11/6/2020).

William juga menjelaskan, ada perbedaan lain yang signifikan antara WFH dan remote working.

Baca juga: Agar Tetap Fokus Saat Kerja dari Rumah, Lakukan 5 Hal Ini

Pertama, dilihat dari cara komunikasinya, WFH lebih sering dan mengutamakan komunikasi secara lisan, sementara remote working mengutamakan komunikasi secara tertulis.

"Kedua, seperti yang saya sebut tadi yaitu dari segi waktu. Kalau WFH waktunya sangat bergantung pada jam kerja kantor, working remote bisa bekerja sesuai dengan waktu masing-masing asalkan mengikuti kebijakan kantor," katanya.

Lalu yang ketiga, lanjut dia, dari cara rapat dengan tim. WFH biasanya melakukan meeting secara lisan atau video call dan durasi lebih panjang.

Adapun ketika remote working, rapat dilakukan secara tertulis dan menggunakan Slack atau Google Docs.

Baca juga: Perusahaan-perusahaan Global Ini Bakal Terapkan WFH secara Permanen

Sementara itu, HR Podcaster askHRlah Monica Anggar juga mengatakan hal serupa. Ia berpendapat perbedaan WFH dan remote working juga terletak pada budayanya.

"Working Remote ini sebenarnya agak susah diimplementasikan pada beberapa perusahaan besar di Indonesia jika dibandingkan dengan WFH. Karena biasanya perusahaan besar itu memiliki jumlah pegawai yang banyak sementara working remote itu membutuhkan waktu yang fleksibel," ungkap Monica.

Ia juga menyebut, biasanya remote working banyak dilakukan oleh para influencer karena biasanya selalu bekerja paruh waktu.

"Sebenarnya perusahaan besar itu bisa melakukan WFH tapi tidak memungkinkan untuk melakukan working remote, karena biasanya perusahaan besar itu sifatnya harus serba cepat dan serba bisa dikasih tugas kapanpun ke para karyawan," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Indonesia Punya 'Saham' di IMF, Berapa Persen?

Ternyata Indonesia Punya "Saham" di IMF, Berapa Persen?

Whats New
Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

Pendaratan Pesawat Dialihkan dari Juanda ke Ngurah Rai, Ini Penjelasan AP I

Whats New
MLFF Bakal Gantikan E-Toll,  Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

MLFF Bakal Gantikan E-Toll, Simak Cara Bayar Tol dari Waktu ke Waktu

Whats New
Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Whats New
Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Spend Smart
Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Whats New
Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Whats New
Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Whats New
Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Work Smart
Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Whats New
Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari 'Middle Income Trap'

Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari "Middle Income Trap"

Whats New
Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Whats New
Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Whats New
Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Spend Smart
Pandemi Covid-19 Memasuki Fase Endemi, Industri Pernikahan Kembali Menggeliat

Pandemi Covid-19 Memasuki Fase Endemi, Industri Pernikahan Kembali Menggeliat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.