BI: Inflasi Minggu Kedua Juni Disumbang Daging Ayam Ras hingga Kentang

Kompas.com - 12/06/2020, 17:00 WIB
Sutami, penjual daging ayam di Pasar Legi Jombang Jawa Timur, saat melayani pembeli ayam di lapak miliknya, Jumat (20/12/2019). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍSutami, penjual daging ayam di Pasar Legi Jombang Jawa Timur, saat melayani pembeli ayam di lapak miliknya, Jumat (20/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada minggu kedua Juni 2020 berada pada level yang rendah dan terkendali.

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu kedua Juni diperkirakan sebesar 0,02 persen secara bulanan (month to month/mtm), lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya.

"Secara tahun kalender (year to date/ytd), inflasi mencapai 0,93 persen dan secara tahunan mencapai 1,79 persen," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi, Onny Widjanarko dalam keterangannya, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Inflasi Awal Juni Rendah, Ini Penyebabnya

Penyumbang utama inflasi antara lain berasal dari komoditas daging ayam ras sebesar 0,11 persen (mtm), telur ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm), bawang merah sebesar 0,02 persen (mtm), serta tomat dan kentang masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Sementara itu, komoditas utama yang penyumbang deflasi yaitu bawang putih, cabai merah, dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar -0,03 persen, cabai rawit, jeruk, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,02 persen (mtm), serta gula pasir -0,01 persen (mtm).

Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

"BI akan mengambil langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," sebut Onny.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X