Selama April dan Mei, LinkAja Catatkan Kenaikan Transaksi 19,5 Persen

Kompas.com - 12/06/2020, 17:19 WIB
Ilustrasi T-Cash ke LinkAja T-CashIlustrasi T-Cash ke LinkAja

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Fintek Karya Nusantara ( LinkAja) mencatatkan peningkatan transaksi di ekosistem lokal sebesar 19,5 persen pada bulan April hingga Mei 2020.

Dari angka tersebut, peningkatan terbesar terjadi pada pasar tradisional yang mengalami kenaikan transaksi sebesar 64 persen, diikuti dengan modern retail sebesar 12,8 persen.

Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan peningkatan transaksi di tengah pandemi Covid-19 ini terjadi karena adanya perubahan perilaku masyarakat yang lebih memilih bertransaksi secara digital dibandingkan tunai karena dirasakan lebih aman.

“Kebijakan pemerintah dalam menerapkan jarak sosial dan fisik tentu juga berimbas pada perubahan preferensi tata cara transaksi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Gopay, OVO, Dana, LinkAja, Mana yang Paling Banyak Digunakan Konsumen?

Haryati juga mengatakan hingga akhir Mei 2020, LinkAja telah bekerja sama dengan lebih dari 208.830 merchant lokal dan telah mendigitalisasi 451 pasar di Indonesia.

Di samping itu untuk semakin mendorong adopsi penggunaan uang elektronik di ekosistem lokal, LinkAja menyediakan program cashback sebesar 20 persen bagi seluruh pengguna full service untuk pembelanjaan di pasar tradisional serta cashback 10 persen untuk transaksi di modern retail dan merchant lokal.

LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja juga telah bekerja sama dengan beberapa aplikasi belanja online di beberapa wilayah Indonesia seperti arterifarm.com dan Inang inang di Medan, pasarpedia.id di Lampung, Tukusayur.co dan Bellfarm di Jakarta, Beceer di Purwokerto, Nujek di Cirebon, tumbasin.id di Semarang, Wayo Strawberry di Yogyakarta, titipku.com di Malang, Tuku Sayur di Solo dan masih banyak lainnya.

Sementara untuk di area Jakarta, LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja juga menyediakan solusi pembayaran pembelanjaan secara online di 18 pasar tradisional yang tersebar di Jakarta.

“Kami melihat bahwa UMKM merupakan pilar penting bagi peningkatan perekonomian Indonesia, oleh karena itu edukasi mengenai pentingnya transaksi elektronik dan kemudahan akses terhadap keuangan digital sangat penting bagi kelangsungan bisnis mereka, terutama di masa pandemi ini,” jelas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X