Luhut: Pemerintah Incar Turis Berkantong Tebal dan Kurangi Turis Level C

Kompas.com - 12/06/2020, 18:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ketika mengadakan rapat koordinasi virtual bersama kementerian dan lembaga terkait jelang era normal baru, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ketika mengadakan rapat koordinasi virtual bersama kementerian dan lembaga terkait jelang era normal baru, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan untuk meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata, ada beberapa langkah atau program yang harus dilakukan pemerintah.

Pertama yaitu harus menyeleksi wisatawan asing yang ingin berlibur. Ia menyebut pemerintah harus mengurangi datangnya wisatawan asing yang berasal dari Kelas C dan mendorong masuknya wisatawan asing dari kelas A dan B.

"Karena dari survei trennya lebih banyak turis yang (kondisinya) berada yang datang itu kerena ongkos ," ujarnya dalam Webinar penyediaan akses UMKM yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Luhut Soal Diskusi dengan Dosen UI: Tidak Ada yang Menang atau Kalah

Oleh sebab itu ia meminta pihak-pihak terkait mempersiapkan secara matang industri wisata ketika new normal sudah mulai diterapkan.

Kedua, menggenjot datangnya turis domestik. Adapun program untuk mendorong agar turis domestik kembali menggeliat, yaitu dengan membuat program In City Activitation, Staycation, Roadtrip dan Epic Sale.

Ketiga, untuk mempercepat pengembangan desa wisata, Program One Village One Product (OVOP) juga perlu dilakukan. Program ini nantinya akan menampilkan produk-produk kreatif buatan masyarakat desa.

Selain itu Luhut juga mengatakan saat ini UMKM juga perlu dibantu. Ia berpendapat kontribusi UMKM sangatlah besar untuk menggerakkan perekonomian di Indonesia.

"Kalau dilihat UMKM ini sangat besar kontribusinya. 80 persen ekonomi kita ditopang berkat adanya UMKM dan 95 persen penyerapan tenaga kerja terjadi karena UMKM juga," katanya.

UMKM juga berkontribusi pada nilai ekspor dari non migas, tercatat ada 14,4 persen yang disumbangkan UMKM untuk sektor ini. Lalu UMKM juga ikut menyumbang 61 persen dari PDB nasional dan investasi sektor UMKM itu sebesar 56 persen.

"Jadi memang besar kontribusinya, oleh sebab itu UMKM ini perlu didorong agar terus bergeliat dan kembali hidup sehingga perputaran ekonomi di Indonesia juga kembali hidup," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X