KILAS

Anggaran Subsidi Menurun, Kementan Perketat Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Kompas.com - 12/06/2020, 21:18 WIB
Kartu Tani. DOK. Humas Kementerian PertanianKartu Tani.

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, saat ini pihaknya sedang memperketat penyaluran pupuk bersubsidi.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, saat ini pihaknya sangat berhati-hati dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. Pasalnya, anggaran subsidi tahun ini menurun.

“Ada mekanisme yang sudah ditetapkan. Jadi kami tidak membagikan pupuk subsidi sembarangan. Dinas Pertanian akan memverifikasi data yang ada sehingga menjadi data yang valid,” kata Syahrul, Kamis (11/6/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Mentan sendiri mengatakan itu untuk menanggapi petani di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, yang menyatakan namanya tidak masuk dalam daftar penerima pupuk subsidi.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan, pupuk bersubsidi hanya didistribusikan kepada anggota kelompok tani, yang menyampaikan usulan kebutuhan pupuknya pada aplikasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK), serta diverifikasi Dinas Pertanian setempat.

Baca juga: Kartu Tani Berbasis E-RDKK Permudah Pemantauan Penggunaan Pupuk Bersubsidi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menjelaskan, RDKK merupakan usulan kebutuhan pupuk yang penyusunannya disesuaikan dengan rekomendasi dosis pemupukan yang berimbang.

Sarwo melanjutkan, Sistem eRDKK dibuat agar kebijakan belanja subsidi lebih tepat sasaran, efisien, dan akuntabel.

“eRDKK harus dibuat seefektif mungkin. Usulan kebutuhan pupuk diajukan sesuai NIK petani, yang entry datanya dilakukan oleh kelompok tani dibantu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) atau Dinas Pertanian,” kata Sarwo.

Nantinya, data e-RDKK akan menjadi dasar penerbitan Kartu Tani oleh bank. Kartu tersebut dapat digunakan untuk menebus pupuk subsidi di kios-kios pengecer.

Baca juga: Menteri Pertanian Berharap Kartu Tani Untungkan Semua Kalangan

“Agar petani bisa terus menanam, PPL atau petugas dinas kabupaten harus membantu menginput data,” kata Sarwo.

Meski begitu, Sarwo meminta petani di Sumatera Barat untuk tetap tenang karena ketersediaan pupuk di Sumatera Barat masih cukup banyak.

Sarwo mengatakan, hingga Minggu (7/6/2020), realisasi pupuk subsidi baru mencapai 42,67 persen atau setara dengan 70.339 ton. Padahal, rencana realisasinya sebanyak 164.840 ton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.