Apa Kelebihan Investasi ORI017? Ini Kata Perencana Keuangan

Kompas.com - 13/06/2020, 07:51 WIB
Ilustrasi investasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi investasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perencana keuangan bersertifikat dari ZAP Finance Prita Ghozie mengatakan, banyak masyarakat Indonesia yang lebih sadar untuk memiliki dana darurat di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Masyarakat pun mulai mencari informasi tentang investasi yang risikonya bisa dikelola dengan baik. 

Oleh sebab itu, dia menyarankan para investor untuk berinvestasi pada instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 017 atau ORI017 yang akan ditawarkan mulai 15 Juni-9 Juli 2020.

Baca juga: ORI017 Bisa Menjadi Alternatif Investasi di Tengah Pandemi

"Pada segmen investor rumah tangga, yang penting investasi itu likuid, sewaktu-waktu bisa dicairkan. Aman itu, saya bisa mendapatkan kembali uang saya, bebas risiko gagal bayar, aman dan nyaman. Bebas tipu-tipu, dijamin oleh negara," katanya dikutip dari situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Sabtu (13/6/2020).

Menurut Prita, investasi pada instrumen obligasi lebih menguntungkan jika dibanding deposito.

Sebab, obligasi menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, cukup likuid atau bisa dicairkan karena bisa dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, investasi di Surat Berharga Negara (SBN) Ritel juga dijamin keamanan dari risiko kerugian. Prita menjelaskan, investasi tersebut dijamin oleh pemerintah melalui undang-undang. 

Baca juga: 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Investasi ORI017 Saat Pandemi

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Keuangan Masyita Crystallin menjelaskan bahwa investor yang berinvestasi pada instrumen keuangan negara turut andil membantu negara membiayai pembangunan lewat pembiayaan APBN.

Dengan nominal yang kecil, Masyita berharap masyarakat bisa ikut serta berinvestasi pada ORI017.

Seperti diketahui, keuangan negara tengah tertekan akibat pandemi, lantaran penerimaan berkurang sementara pengeluaran membengkak.

"APBN kita terpengaruh Covid-19, penerimaan pajak berkurang selain itu banyak penurunan pendapatan karena insentif yang diberikan pemerintah. Sedangkan, di sisi pengeluaran kami harus fokus ke tiga hal tadi (kesehatan, bansos, dan pengusaha) sehingga gap penerimaan dan pengeluaran melebar," paparnya.

Baca juga: Peluang Investasi di Tengah Pandemi, Kupon ORI017 Dipatok 6,4 Persen

Sebagai informasi, pemerintah berencana menerbitkan instrumen seri ORI017 yang akan ditawarkan secara online (e-SBN) mulai tanggal 15 Juni 2020.

Adapun besaran kupon ORI017 sebesar 6,40 persen per tahun dan bersifat tetap (fixed rate), dengan tenor 3 tahun hingga jatuh tempo tanggal 15 Juli 2023.

ORI017 dapat dibeli dengan nilai yang cukup terjangkau, dengan nilai investasi minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

Cara berinvestasi di ORI017 cukup mudah didapatkan secara online lewat mitra distribusi yang bekerja sama. Seperti bank umum, perusahaan efek, perusahaan efek khusus (Aperd Fintech), perusahaan fintech peer to peer lending.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.