IHSG dan Kapitalisasi Pasar Turun 1,36 Persen dalam Sepekan

Kompas.com - 14/06/2020, 09:33 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi IHSG
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,36 persen dalam sepekan.

IHSG berada pada level 4.880,359 dibandingkan pada pekan lalu yang ditutup pada level 4.947,782. Sedangkan kapitalisasi pasar bursa turun dari Rp 5,7 triliun pada pekan lalu menjadi Rp 5,6 triliun pada pekan ini.

Meski begitu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 11,487 miliar unit saham sepanjang pekan ini, atau naik 3,39 persen dibandingkan dengan pekan lalu yang hanya 11,110 miliar unit saham.

Baca juga: Aliansi Nelayan Sumut: Melegalkan Cantrang Adalah Suatu Ancaman Besar

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono menyebut rata-rata frekuensi transaksi harian menjadi 812.250 ribu kali transaksi, naik 1,20 persen dibandingkan pekan lalu sebesar 802.603 ribu kali transaksi.

“BEI mencatatkan kenaikan frekuensi transaksi harian tertinggi yang terjadi pada Selasa (9/6/2020) sebesar 928.565 ribu kali dalam satu hari,” kata Yulianto, Jumat (12/4/2020).

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan yakni Rp 11,1 triliun, turun  4,77 persen dibandingkan Rp 11,7 trilun pada penutupan pekan sebelumnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, investor asing pada Jumat (12/6/2020) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 1,2 triliun, dengan total sepanjang tahun 2020 aksi jual bersih asing tercatat sebesar Rp 9,5 triliun.

Baca juga: Punya Bisnis Mebel, Berapa Kekayaan Presiden Jokowi Saat Ini?

Pada awal pekan, BEI mencatatkan 2 obligasi, yang pertama adalah PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Hartadinata Abadi Tahap II Tahun 2020, yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp 400 miliar.

Selanjutnya, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap I Tahun 2020. Obligasi tersebut dicatatkan dalam 3 Seri, antara lain Seri A Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp 495,5 miliar, seri B Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp 883,4 dan Seri C Tahun 2020 dengan nilai nominal sebesar Rp 12, miliar.

Pada Kamis (11/6/2020) Reksa Dana Indeks atau Exchange-Traded Fund (ETF) ke-6 di BEI pada tahun 2020 resmi tercatat, yaitu Reksa Dana Indeks Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index dengan kode ETF XILV, yang berbasis pada indeks. Reksa Dana Indeks ini merupakan hasil kolaborasi dengan FTSE Russell (Financial Times Stock Exchange) sebagai penyedia benchmark, analitik dan solusi data.

Baca juga: Telur Infertil Layak Konsumsi, Tapi Cepat Membusuk



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trik Cara Membuat CV yang Menarik di Mata HRD

Trik Cara Membuat CV yang Menarik di Mata HRD

Work Smart
Alfamart dan Indomaret Kompak Tak Jual Merchandise Euro 2020

Alfamart dan Indomaret Kompak Tak Jual Merchandise Euro 2020

Whats New
Tambah Stok Swab Antigen, Kimia Farma Diagnostika Gandeng Itama Ranoraya

Tambah Stok Swab Antigen, Kimia Farma Diagnostika Gandeng Itama Ranoraya

Whats New
Punya Aset Rp 100 Miliar, Unicorn Bisa Tercatat di Papan Utama Bursa

Punya Aset Rp 100 Miliar, Unicorn Bisa Tercatat di Papan Utama Bursa

Whats New
Sri Mulyani ke Pedagang Pasar: Barang Untuk Rakyat Nggak Dikenai Pajak...

Sri Mulyani ke Pedagang Pasar: Barang Untuk Rakyat Nggak Dikenai Pajak...

Whats New
Total Ada 707.622 Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Ini Rinciannya

Total Ada 707.622 Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Ini Rinciannya

Whats New
Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi

Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi

Whats New
4 Strategi Kemenaker Jaga Hubungan Bilateral di Tempat Pekerja Migran Bekerja

4 Strategi Kemenaker Jaga Hubungan Bilateral di Tempat Pekerja Migran Bekerja

Whats New
Sandiaga Uno Minta Perusahaan Swasta Gelar Kegiatan di Bali

Sandiaga Uno Minta Perusahaan Swasta Gelar Kegiatan di Bali

Whats New
Kembangkan Bisnis Data Center, Perusahaan Hong Kong Menjadi Pemegang Saham Mayoritas di Indonet

Kembangkan Bisnis Data Center, Perusahaan Hong Kong Menjadi Pemegang Saham Mayoritas di Indonet

Rilis
Berkat RJIT, Pasokan Air di Bangka Selatan Lancar dan Produktivitas Petani Melonjak 2 Kali Lipat

Berkat RJIT, Pasokan Air di Bangka Selatan Lancar dan Produktivitas Petani Melonjak 2 Kali Lipat

Rilis
LIPI, Batan, dan Lapan Tak Buka Lowongan CPNS Tahun Ini

LIPI, Batan, dan Lapan Tak Buka Lowongan CPNS Tahun Ini

Whats New
Angkut Beras Merauke, Trayek T-19 Tol Laut Pecah Rekor Muat Terbanyak

Angkut Beras Merauke, Trayek T-19 Tol Laut Pecah Rekor Muat Terbanyak

Whats New
Pindah Kantor Pusat, Bank Mandiri Taspen Targetkan Naik Kelas Jadi BUKU III

Pindah Kantor Pusat, Bank Mandiri Taspen Targetkan Naik Kelas Jadi BUKU III

Rilis
Cek Formasi CPNS Kejaksaan 2021, Ada Untuk Lulusan SMA

Cek Formasi CPNS Kejaksaan 2021, Ada Untuk Lulusan SMA

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X