Kompas.com - 14/06/2020, 17:02 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat pada awal pekan. IHSG sebelumnya ditutup dengan penurunan 0,53 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan penguatan IHSG terdorong oleh sentimen positif, dari dalam negeri karena kenaikan cadangan devisa, yang diindikasikan berasal dari aliran dana asing yang kembali ke pasar Indonesia.

Selain itu, Hans menilai kenaikan cadangan devisa dan kebijkan pemerintah memberlakukan masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) turut mendorong pergerakan positif IHSG.

“IHSG kami perkirakan berpeluang menguat pekan depan dengan kecenderungan menguat di awal pekan dan berpeluang koreksi di akhir pekan,” kata Hans, Minggu (14/6/2020).

Baca juga: Saat Penjualan Sepeda Melonjak di Tengah Pandemi...

Namun demikian, sentimen negatif muncul dari prediksi Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan Bank Dunia terkait dengan perlambatan ekonomi. Hal ini akan menjadi kekhawatiran pasar karena menandakan potensi perlambatan pada laba korporasi.

Dari eksternal, pasar keuangan dunia sempat kawatir akan gelombang kedua Covid-19 yang di tandai dengan kenaikan kasus di California, Texas dan Arizona.

“Kekawatiran penyebaran virus juga diperburuk aksi demontrasi protes atas kematian George Floyd berpotensi menaikan kasus infeksi korona baru ini,” ungkap Hans.

Baca juga: Kemenhub: Tidak Ada Kenaikan Tarif KRL

Di sisi lain, nada pisimis muncul usai pernyataan The Fed yang menyebut pemulihan ekonomi butuh waktu dan potensi penurunan ekonomi Amerika menjadi sentiment negatif pasar.

Selain itu, Bank Sentral Amerika tetap mempertahankan suku bunga dan memprediksi tidak akan menaikkan suku bunga sampai dengan tahun 2022.

“Hal ini menjadi kabar baik bagi pasar negara berkambang termasuk Indonesia. Likuditas dollar juga akan sangat cair,” ujar dia.

Hans memprediksi IHSG akan bergerak pada level support 4.800 sampai dengan level 4.712 dan resistance pada level 4.969 sampai dengan 5.139.

Baca juga: Punya Bisnis Mebel, Berapa Kekayaan Presiden Jokowi Saat Ini?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.