Alasan Pemerintah Larang Telur Ayam Infertil Dijual di Pasar

Kompas.com - 15/06/2020, 09:21 WIB
Satgas Pangan Kota Tasikmalaya mendapati penjual telur infertil yang selama ini bebas menjual kepada konsumen di wilayah Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Selasa (9/6/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASatgas Pangan Kota Tasikmalaya mendapati penjual telur infertil yang selama ini bebas menjual kepada konsumen di wilayah Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Selasa (9/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) melarang siapa pun memperjualbelikan telur ayam infertil. Telur infertil adalah produk tak terpakai dari perusahaan pembibitan atau breeding.

Dalam beberapa hari terakhir, polisi melakukan penggerebekan pada oknum pedagang yang kedapatan menjual telur infertil di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Telur infertil juga biasa disebut telur HE atau hatched egg di kalangan peternak ayam. Larangan menjual telur HE diatur dalam Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Dalam Bab III pasal 13 disebutkan, pelaku usaha integrasi, pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi.

Baca juga: Dilarang Dijual di Warung, Apa Itu Telur Infertil?

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita, mengungkapkan telur infertil seharusnya dimusnahkan.

Atau alternatif lainnya, perusahaan breeding diperbolehkan untuk membagikan secara gratis ke masyarakat kurang mampu sebagai bentuk CSR. Namun untuk opsi kedua ini, perusahaan juga diwajibkan untuk memastikan telur CSR tersebut tak dijual masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terkait telur HE mungkin saja oleh integrator breeding niatnya telur HE dimusnahkan atau dibagikan ke orang atau masyarakat miskin sebagai CSR, tapi oleh oknum tertentu mungkin saja diperjualbelikan," terang Ketut kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan, telur HE sebenarnya bisa dikonsumsi selama kondisinya masih layak. Namun, telur HE cenderung lebih cepat busuk dibandingkan telur ayam ras yang diproduksi peternak.

Baca juga: Waspada Telur Ayam Infertil yang Cepat Busuk, Ini Cara Membedakannya

"Terkait telur HE sebenarnya pada aturan yang ada adalah integrator (perusahaan breeding) tidak boleh memperjualbelikan telur itu. Walaupun sebenarnya telur tersebut layak dikonsumsi," jelas Ketut.

Telur yang cepat membusuk, membuat telur HE tak bisa diperdagangkan di pasar. Ini mengingat distribusi telur yang bisa sampai berhari-hari hingga ke tangan konsumen. Idealnya, telur HE harus segera dikonsumsi tak lebih dari seminggu setelah keluar dari perusahaan pembibitan atau integrator.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenhub Tetapkan Konsorsium Pengelola Pelabuhan Anggrek Gorontalo

Kemenhub Tetapkan Konsorsium Pengelola Pelabuhan Anggrek Gorontalo

Whats New
Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Tanoto Foundation Donasikan 300 Ton Beras Premium

Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Tanoto Foundation Donasikan 300 Ton Beras Premium

Rilis
Menhub: Pembangunan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Dibiayai Swasta

Menhub: Pembangunan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Dibiayai Swasta

Whats New
WFH Dirasa Penuh Tantangan oleh Sejumlah Karyawan, Ini Tanggapan Psikolog

WFH Dirasa Penuh Tantangan oleh Sejumlah Karyawan, Ini Tanggapan Psikolog

Rilis
Bantu Pasien Covid-19, Sinar Mas Salurkan 1.200 Ton Oksigen Cair di Sumsel dan Jabar

Bantu Pasien Covid-19, Sinar Mas Salurkan 1.200 Ton Oksigen Cair di Sumsel dan Jabar

Rilis
Bank DKI Bukukan Laba Bersih Rp 394 Miliar pada Semester I-2021

Bank DKI Bukukan Laba Bersih Rp 394 Miliar pada Semester I-2021

Whats New
Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Obat Terapi COVID-19

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Obat Terapi COVID-19

Whats New
PPKM Level 4, Anak Berusia 12 Tahun ke Bawah Dilarang Naik KA Jarak Jauh

PPKM Level 4, Anak Berusia 12 Tahun ke Bawah Dilarang Naik KA Jarak Jauh

Whats New
Penjelasan Kemendikbud soal Harga Laptop Pelajar Rp 10 Juta Per Unit

Penjelasan Kemendikbud soal Harga Laptop Pelajar Rp 10 Juta Per Unit

Whats New
Mafia Pangan Masih Bermunculan, Kok Bisa?

Mafia Pangan Masih Bermunculan, Kok Bisa?

Whats New
Tak Lolos Seleksi Administrasi Pelamar CASN Diberikan Kesempatan Sanggah, Ini Caranya

Tak Lolos Seleksi Administrasi Pelamar CASN Diberikan Kesempatan Sanggah, Ini Caranya

Whats New
Triwulan II 2021, Bank Mega Milik Chairul Tanjung Raup Laba Bersih Rp 1,56 Triliun

Triwulan II 2021, Bank Mega Milik Chairul Tanjung Raup Laba Bersih Rp 1,56 Triliun

Whats New
Akhir Pekan, IHSG Ditutup di Teritori Negatif

Akhir Pekan, IHSG Ditutup di Teritori Negatif

Whats New
Dari Rugi 40 Juta Dollar AS, Chandra Asri Raup Laba Bersih Rp 2,39 Triliun pada Semester I 2021

Dari Rugi 40 Juta Dollar AS, Chandra Asri Raup Laba Bersih Rp 2,39 Triliun pada Semester I 2021

Whats New
Berprestasi dan Cuan, Begini Rahasia Kesuksesan Kylafood

Berprestasi dan Cuan, Begini Rahasia Kesuksesan Kylafood

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads X