Alasan Pemerintah Larang Telur Ayam Infertil Dijual di Pasar

Kompas.com - 15/06/2020, 09:21 WIB
Satgas Pangan Kota Tasikmalaya mendapati penjual telur infertil yang selama ini bebas menjual kepada konsumen di wilayah Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Selasa (9/6/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASatgas Pangan Kota Tasikmalaya mendapati penjual telur infertil yang selama ini bebas menjual kepada konsumen di wilayah Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Selasa (9/6/2020).

Tak jarang, telur infertil dan telur yang pembuahannya tak sempurna lolos seleksi dan dimasukkan ke mesin tetas. Proses pengeraman (hatcher) dan penetasan telur itu memerlukan waktu sekitar 18-21 hari. Dalam satu mesin tetas, kapasitasnya bisa mencapai puluhan ribu telur.

Baca juga: Biang Kerok Anjloknya Harga Telur Ayam Menurut Peternak

Telur HE tak hanya berasal dari telur sisa yang tak bisa ditetaskan atau infertil. Telur HE juga bisa berasal dari telur fertil atau tertunas.

Perusahaan breeding seringkali mengambil kebijakan untuk tidak menetaskan telur fertil yang sudah dibuahi pejantan. Alasannya antara lain suplai anakan ayam atau DOC yang sudah terlalu banyak, sehingga biaya menetaskan telur lebih mahal dari harga jual DOC.

Di Indonesia, harga DOC seringkali naik turun. Saat suplai anakan ayam di pasar melimpah, harga DOC biasanya turun. Membuat perusahaan breeding enggan menetaskan telur ayamnya.

Dalam kasus lainnya, perusahaan breeding juga biasanya mimilih tak menetaskan telurnya saat harga daging ayam broiler anjlok. Sehingga peternak tak lagi mampu menyerap DOC yang diproduksi perusahaan breeding. Dengan kata lain, perusahaan breeding menghindari menjual anakan ayam yang sudah terlanjur ditetaskan saat pasar lesu.

Telur-telur yang tak ditetaskan inilah yang juga bisa dikategorikan sebagai telur ayam HE. Ciri telur ayam infertil yakni warna cangkang yang pucat atau putih. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X