Kompas.com - 15/06/2020, 09:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Senin (15/6/2020) kembali menguat.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.07 WIB rupiah berada pada level Rp 14.045 per dollar AS atau menguat 80 poin (0,57 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp 14.125 per dollar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan,  rupiah terancam sentimen negatif pasar seiring kekhawatiran gelombang kedua pandemi Covid-19 yang terjadi pasca pembukaan ekonomi di beberapa negara.

“Pelaku pasar keuangan global mulai mengantisipasi risiko second wave penyebaran wabah Covid-19, seperti yang terjadi di AS dan pagi ini kemunculan kasus baru di Tiongkok. Hari ini, sentimen negatif bisa berlanjut dan rupiah bisa melemah lagi terhadap dollar AS,” jelas Ariston kepda Kompas.com, Senin (15/6/2020).

Ariston menyebutkan, kekhawatiran akan risiko gelombang kedua mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko. Pasar juga khawatir jika penambahan kasus Covid-19 dapat membuat pemerintah kembali membatasi kegiatan ekonomi lagi.

Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan banyak analis akan mengalami sedikit surplus. Tapi, pasar juga melihat akan ada penurunan aktivitas ekspor dan impor di bulan Mei yang cukup dalam dibandingkan bulan yang sama tahun lalu karena wabah.

“Jadi mungkin surplus yang kecil ini tidak terlalu mempengaruhi rupiah karena data perdagangan juga menunjukkan penurunan aktivitas,” tambah dia.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.050 per dollar AS sampai dengan Rp 14.300 per dollar AS.

Baca juga: Rupiah di Akhir Pekan Ditutup Melemah, Berikut Pergerakan Dalam 6 Bulan Terakhir

Sementara di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski sempat tergelincir ke zona merah sesaat pasar dibuka, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit.

Melansir data RTI, pukul 09.10 WIB, IHSG berada pada level 4.907,08 atau naik 26,73 poin (0,55 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 4.880,35.

Sebanyak 182 saham melaju di zona hijau dan 79 saham di zona merah. Sedangkan 34 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 976 miliar dengan volume 834 juta saham.

Sementara bursa saham Asia pagi ini mayoritas berkubang di zona merah. Seperti indeks komposit Shanghai yang turun 0,02 persen, indeks Nikkei Tokyo terkoreksi 0,45 persen, Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,29 persen, dan indeks Strait Times Singapura merosot 1,15 persen.

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sebelumnya, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan hari ini IHSG akan rebound setelah pekan lalu mengalami beberapa kali koreksi. Kesempatan ini juga berpotensi dimanfaatkan asing untuk melakuan profit taking.

“Segera kesempatan tersebut akan dimanfaatkan oleh investor asing untuk profit taking. Mengikuti pola dan tren secara teknikal, IHSG masih akan melanjutkan penguatannya. Saat ini pola yang terbentuk adalah pola rising wedge,” kata William, Senin (15/6/2020).

Sementara itu, Indeks saham Eropa kemarin ditutup fluktuatif dimana FTSE berhasil naik 0,47 persen dan Xetra Dax turun 0,18 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.